Peneliti Temukan Dahak pada Jantung, Tanda Infeksi Parah Virus Corona Covid-19

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:57 WIB
Peneliti Temukan Dahak pada Jantung, Tanda Infeksi Parah Virus Corona Covid-19
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)

Suara.com - Sebuah studi menganalisis kekentalan darah dari paru-paru pasien virus corona Covid-19 parah secara mendalam.

Mereka menemukan satu karakteristik dahak yang ada pada jantung mungkin menjadi tanda infeksi parah virus corona Covid-19 dan lama.

Menurut temuan baru yang diterbitkan dalam jurnal JCI Insight, 3 zat berserat panjang mungkin berada di balik dahak mematikan yang membuat pasien virus corona Covid-19 membutuhkan ventilator.

Penemuan yang dilakukan para peneliti di University of Stanford ini menemukan zat-zat yang terjerat dalam dahak pasien virus corona yang membutuhkan ventilator.

Zat-zat yang ditemukan inilah mungkin berkontribusi pada pengentalan dahak sehingga pasien sulit untuk batuk dan membuat dahak menolak pertukaran oksigen, yang meningkatkan risiko peradangan dan penumpukan cairan.

Ilustrasi batuk (freepik/@jcomp)
Ilustrasi batuk (freepik/@jcomp)

Salah satu zat ini mungkin juga memainkan peran kunci dalam Long Covid-19. Paul Bollyky, profesor penyakit menular dan mikrobiologi dan imunologi mengatakan sekresi pernapasan yang kental dan bergetah adalah tanda utama dari infeksi virus corona Covid-19 yang parah.

Meskipun puluhan ribu penelitian telah menganalisis sampel darah pasien Covid-19, tapi orang-orang belum terlalu memperhatikan sampel dahak dari pasien Covid-19 parah.

Sedangkan, akumulasi dari dahak ini sulit untuk dihilangkan sehingga akan berkembang menjadi batuk kering.

Menurut platform kesehatan Medical Express, ketiga zat yang ada dalam dahak pasien Covid-19 parah ini bersifat higroskopis. Sifat inilah yang membuat dahak menyerap air seperti spons, menggumpal seperti agar-agar, mengganggu pertukaran oksigen dan mengentalkan dahak.

baca juga

"Kami sengaja menganalisis dahak pasien ini untuk mencari tahu awal mula terbentuknya dan bagaimana dahak itu mempengaruhi respons imun," kata Paul Bollyky dikutip dari Express.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Rasa Sakit pada 2 Bagian Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Awal Virus Corona Covid-19

Waspada, Rasa Sakit pada 2 Bagian Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Awal Virus Corona Covid-19

Health | Senin, 27 Juni 2022 | 19:34 WIB

Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gejala Mirip Keracunan Makanan, Ini yang Harus Dilakukan!

Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gejala Mirip Keracunan Makanan, Ini yang Harus Dilakukan!

Health | Senin, 27 Juni 2022 | 14:15 WIB

Batuk Akibat Virus Corona Covid-19 Bikin Tak Nyaman, Posisi Tidur Ini Bisa Bantu Meredakan!

Batuk Akibat Virus Corona Covid-19 Bikin Tak Nyaman, Posisi Tidur Ini Bisa Bantu Meredakan!

Health | Sabtu, 25 Juni 2022 | 20:15 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×