3 Cara Alami Mengatasi Gusi Bengkak yang Bikin Nyut-nyutan

Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 28 Juni 2022 | 18:54 WIB
3 Cara Alami Mengatasi Gusi Bengkak yang Bikin Nyut-nyutan
Photo by engin akyurt on Unsplash

Suara.com - Meski  umum terjadi, namun masalah gusi bengkak bisa menganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Bukan hanya sakit, gusi bengkak juga bisa membuat pengidapnya kerepotan saat makan dan bicara.

Dikutip dari Hello Sehat, gusi bengkak kemungkinan besar terjadi diakibatkan oleh infeksi yang terjadi pada jaringan gusi. Infeksi itu bisa berawal dari luka karena menyikat gigi terlalu keras hingga penyakit gigi dan mulut tertentu, seperti periodontitis.

Lantas, apa obat alami meredakan nyeri akibat gusi bengkak? Dikutip dari laman yang sama, berikut rangkumannya!

1. Kumur Air Garam

Ilustrasi air garam. (Shutterstock)
Ilustrasi air garam. (Shutterstock)

Kumur air garam membantu meringankan rasa sakit dan meredakan bengkak pada gusi berkat sifat menyerap air pada garam yang efektif membunuh bakteri jahat dalam mulut.

Cukup melarutkan 1/2 sendok teh garam dalam segelas air hangat, lalu kumur-kumur air garam secara merata di segala penjuru mulut selama beberapa detik, dan buang airnya.

Rutin berkumur dengan cara ini setidaknya dua kali sehari, atau sampai bengkak pada gusi mereda.

2. Es Batu

Ilustrasi Makan Es Batu (Freepik.com)
Ilustrasi Es Batu (Freepik.com)

Obat untuk meredakan nyeri gusi bengkak alami yang mudah, cepat, serta manjur lainnya adalah kompres dingin. Dingin membuat saraf pemicu nyeri di sekitar area mulut jadi mati rasa untuk sementara meredakan sakit.

Selain itu, suhu dingin merangsang pembuluh darah di wajah menyempit sehingga memperlambat aliran darah yang menuju gusi bermasalah. Ini dapat membantu mengurangi peradangan, bengkak, dan nyeri pada gusi.

Tempel bungkusan es batu dalam lap bersih di bagian pipi yang terasa sakit. Ulangi kompres beberapa kali sehari sampai sakitnya mereda dan pembengkakan gusi perlahan menyusut.

3. Kunyit

ilustrasi kunyit (Pexels.com/Karl Solano)
ilustrasi kunyit (Pexels.com/Karl Solano)

Senyawa curcumin dalam kunyit berfungsi melawan bakteri penyebab infeksi gusi, serta meredakan peradangannya.

Sebuah penelitian dalam Journal of Indian Society of Periodontology menunjukkan obat kumur dari sari kunyit berpotensi mencegah pembentukan plak di gigi dan risiko gingivitis (radang gusi).

Untuk mendapatkan semua manfaat ini, parut setengah ruas kunyit kemudian campurkan dengan baking soda dan minyak kelapa. Aduk rata sampai membentuk krim kental. Gunakan sebagai pengganti pasta gigi setiap kali ingin menggosok gigi.

Cara lainnya bisa dengan membubuhkan pasta kunyit pada kain kasa lalu digulung. Tempelkan kompres kunyit ini langsung pada gusi yang bermasalah selama beberapa menit.

Bila berbagai obat alami di atas tidak juga meredakan gusi bengkak, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter gigi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Rasa Sakit pada 2 Bagian Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Awal Virus Corona Covid-19

Waspada, Rasa Sakit pada 2 Bagian Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Awal Virus Corona Covid-19

Health | Senin, 27 Juni 2022 | 19:34 WIB

7 Cara Mengatasi Rasa Nyeri Saat Menstruasi, Ubah Kebiasaan Makan

7 Cara Mengatasi Rasa Nyeri Saat Menstruasi, Ubah Kebiasaan Makan

Your Say | Rabu, 22 Juni 2022 | 12:22 WIB

Penanganan dan Cara Mengatasi Nyeri Lutut saat Berolahraga: Terus Digerakkan!

Penanganan dan Cara Mengatasi Nyeri Lutut saat Berolahraga: Terus Digerakkan!

Health | Rabu, 22 Juni 2022 | 10:05 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB