facebook

PMK Serang Ternak, Dokter Hewan Sarankan Iduladha Lakukan Kurban Online

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
PMK Serang Ternak, Dokter Hewan Sarankan Iduladha Lakukan Kurban Online
Petugas kesehatan hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten menyuntikan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada seekor sapi di Socokangsi, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/6/2022). Sebanyak 2.200 dosis vaksin PMK disalurkan untuk percepatan antisipasi penyebaran PMK sapi di Kabupaten Klaten. [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/tom]

Hal ini bertujuan agar manusia tidak jadi perantara atau carier pembawa virus saat mencari dan memilih hewan kurban

Suara.com - Jelang Hari Raya Iduladha penyakit mulut kuku atau penyakit PMKmasih merebak. Situasi ini membuat dokter hewan menyarankan masyarakat untuk melakukan kurban online.

Hal ini bertujuan agar manusia tidak jadi perantara atau carier pembawa virus saat mencari dan memilih hewan kurban. Sehingga membuat hewan kurban yang tadinya sehat jadi jatuh sakit PMK.

"Terkait edukasi masyarakat, kami menggabungkan kembali kurban online, jadi nggak perlu datang ke peternak buat milih-milih," ujar Sub Koordinator Kesehatan Masyarakat Veteriner DKI Jakarta, Drh. Dian Ariesiana Widiastuti saat konferensi pers Dompet Dhuafa di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Drh. Dian, meski manusia tidak akan jatuh sakit saat membawa atau bersentuhan dengan virus penyebab PMK, tapi saat ia menyentuh hewan kurban seperti sapi maupun kambing, virus sangat mudah menular dan menyebabkan hewan jatuh sakit.

Baca Juga: Pemkot Solo Dapat Jatah 100 Dosis Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku

ilustrasi hewan kurban - hukum membeli hewan kurban online //pixabay.com
ilustrasi hewan kurban - hukum membeli hewan kurban online //pixabay.com

Apalagi PMK bagi hewan ternak kuku belah seperti sapi, kambing, kerbau, kuda, bahkan babi selaiknya virus corona bagi hewan, yang penularannya bisa sangat cepat melalui aerosol, cairan hewan, darah, dan kotoran hewan.

"Saat satu hewan terkena, bisa kena semua, bisa kena tinja atau kotorannya. Bahkan kita sendiri (manusia) bisa jadi penular, bisa jadi perantara, pegang sapi yang sakit, lalu pegang ke sapi lainnya itu bisa menular, ini yang terjadi di beberapa daerah," papar Drh. Dian.

Ia menambahkan, dengan kurban online, pengurban tidak perlu datang ke peternak, bahkan bisa melakukan sumbangan hewan kurban ke beberapa daerah terjauh terluar dan tertinggal, tanpa perlu bersentuhan langsung dengan hewan.

Meski begitu Drh. Dian memastikan, PMK bukan jenis penyakit zoonosis atau yang bisa menular pada manusia. Bahkan manusia tidak akan jatuh sakit bila terlanjur mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi PMK.

Ini karena virus PMK bisa mati usai daging dipanaskan, bahkan virus bisa hilang usai daging dimasukan ke chiller, lalu dimasukan ke dalam freezer di lemari pendingin.

Baca Juga: Fatwa MUI Soal Berkurban di Tengah Wabah PMK

"Jangan takut daging itu aman, karena tidak mungkin kita makan daging mentah, pastikan kita dimasak dulu dengan direbus, apalagi di kulkas dalam waktu 24 jam virus itu sudah mati, ini tidak berbahaya untuk kita. Jadi jangan pernah takut makan daging produk hewan terkena PMK kita aman insyaallah," tutup Drh. Dian.

Komentar