PMK Serang Ternak, Dokter Hewan Sarankan Iduladha Lakukan Kurban Online

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 30 Juni 2022 | 10:09 WIB
PMK Serang Ternak, Dokter Hewan Sarankan Iduladha Lakukan Kurban Online
Petugas kesehatan hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten menyuntikan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada seekor sapi di Socokangsi, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/6/2022). Sebanyak 2.200 dosis vaksin PMK disalurkan untuk percepatan antisipasi penyebaran PMK sapi di Kabupaten Klaten. [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/tom]

Suara.com - Jelang Hari Raya Iduladha penyakit mulut kuku atau penyakit PMKmasih merebak. Situasi ini membuat dokter hewan menyarankan masyarakat untuk melakukan kurban online.

Hal ini bertujuan agar manusia tidak jadi perantara atau carier pembawa virus saat mencari dan memilih hewan kurban. Sehingga membuat hewan kurban yang tadinya sehat jadi jatuh sakit PMK.

"Terkait edukasi masyarakat, kami menggabungkan kembali kurban online, jadi nggak perlu datang ke peternak buat milih-milih," ujar Sub Koordinator Kesehatan Masyarakat Veteriner DKI Jakarta, Drh. Dian Ariesiana Widiastuti saat konferensi pers Dompet Dhuafa di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Drh. Dian, meski manusia tidak akan jatuh sakit saat membawa atau bersentuhan dengan virus penyebab PMK, tapi saat ia menyentuh hewan kurban seperti sapi maupun kambing, virus sangat mudah menular dan menyebabkan hewan jatuh sakit.

ilustrasi hewan kurban - hukum membeli hewan kurban online //pixabay.com
ilustrasi hewan kurban - hukum membeli hewan kurban online //pixabay.com

Apalagi PMK bagi hewan ternak kuku belah seperti sapi, kambing, kerbau, kuda, bahkan babi selaiknya virus corona bagi hewan, yang penularannya bisa sangat cepat melalui aerosol, cairan hewan, darah, dan kotoran hewan.

"Saat satu hewan terkena, bisa kena semua, bisa kena tinja atau kotorannya. Bahkan kita sendiri (manusia) bisa jadi penular, bisa jadi perantara, pegang sapi yang sakit, lalu pegang ke sapi lainnya itu bisa menular, ini yang terjadi di beberapa daerah," papar Drh. Dian.

Ia menambahkan, dengan kurban online, pengurban tidak perlu datang ke peternak, bahkan bisa melakukan sumbangan hewan kurban ke beberapa daerah terjauh terluar dan tertinggal, tanpa perlu bersentuhan langsung dengan hewan.

Meski begitu Drh. Dian memastikan, PMK bukan jenis penyakit zoonosis atau yang bisa menular pada manusia. Bahkan manusia tidak akan jatuh sakit bila terlanjur mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi PMK.

Ini karena virus PMK bisa mati usai daging dipanaskan, bahkan virus bisa hilang usai daging dimasukan ke chiller, lalu dimasukan ke dalam freezer di lemari pendingin.

"Jangan takut daging itu aman, karena tidak mungkin kita makan daging mentah, pastikan kita dimasak dulu dengan direbus, apalagi di kulkas dalam waktu 24 jam virus itu sudah mati, ini tidak berbahaya untuk kita. Jadi jangan pernah takut makan daging produk hewan terkena PMK kita aman insyaallah," tutup Drh. Dian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jemaah Haji Khusus Mendapat Pelayanan di KKHI

Jemaah Haji Khusus Mendapat Pelayanan di KKHI

| Kamis, 30 Juni 2022 | 09:23 WIB

PMK Makin Menyebar, Penanganan Seperti COVID-19

PMK Makin Menyebar, Penanganan Seperti COVID-19

| Kamis, 30 Juni 2022 | 07:38 WIB

Jelang Idul Adha, Ratusan Sapi di Kota Sukabumi Divaksinasi PMK

Jelang Idul Adha, Ratusan Sapi di Kota Sukabumi Divaksinasi PMK

Jabar | Rabu, 29 Juni 2022 | 22:30 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB