Ingat Lagi, Yuk, Ini Bedanya Gejala Infeksi Covid-19 Omicron Pada Anak dan Orang Dewasa

Kamis, 30 Juni 2022 | 15:44 WIB
Ingat Lagi, Yuk, Ini Bedanya Gejala Infeksi Covid-19 Omicron Pada Anak dan Orang Dewasa
Ilustrasi covid-19 omicron. (pixabay)

Suara.com - Infeksi Covid-19 varian Omicron juga rentan terjadi pada anak-anak. Tetapi, gejala yang timbul saat masa infeksi akut agak berbeda dengan orang dewasa.

Dokter anak dr. Yogi Prawira Sp.A(K)., mengatakan bahwa 70 persen anak yang terinfeksi virus corona varian Omicron hanya mengalami gejala ringan. Tetapi, kebanyakan yang bergejala bukan gangguan pada sistem pernapasan.

"Infeksi covid ini adalah infeksi sistemik, jadi tidak melulu ada di sistem pernapasan. Karena ada beberapa anak yang ternyata lebih dominan di saluran cerna, seperti muntah, diare, sakit perut, enggak ada batuk, pilek sama sekal," kata dokter Yogi dalam webinar BNPB Indonesia, Rabu (29/6/2022).

"Saat fase akut memang 70 persen anak-anak gejalanya ringan, bahkan sebagian tanpa gejala. Tapi kita harus tetap waspada sesudah itu kalau timbul gejala peradangan, maka harus segera diperiksakan ke dokter," imbuh Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tersebut.

Orang tua juga diingatkan jangan ragu untuk membawa anak lakukan tes PCR apabila diketahui ada kontak erat dengan pasien Covid-19 ataupun mengalami gejala tertentu.

Dokter Yogi menyampaikan bahwa penting untuk mengatahui status infeksi Covid-19 pada anak agar bisa segera dapat pengobatan medis dan memantau gejala sisa pasca infeksi.

"Harus dipantau kira-kira 2 sampai 6 minggu pasca infeksi. Kalau misalnya timbul tanda-tanda bahaya, seperti demam tinggi enggak turun-turun, mata merah, atau ada pembesaran di leher seperti genah bening, muntah, diare, sakit perut, maka harus segera dibawa ke dokter dan sampaikan kalau pernah mengalami infeksi covid," pesannya.

"Karena kita beberapa kali ketemu, kalau misalnya bisa dideteksi, didiagnosis tatalaksana awal, itu bisa perbaikan tanpa gejala sisa. Tapi kalau terlambat, maka risikonya bisa ada gejala sisa," kata dokter Yogi.

Selama masa liburan sekolah, dokter Yogi juga berpesan kepada orang tua untuk biasakan lakukan karantina di dalam rumah setiap kali selesai bepergiaan. Tujuannya, untuk mencegah anak menularkan potensi virus corona yang terbawa dari luar kepada teman-temannya.

Baca Juga: Angka Covid-19 Naik, Kemenkes Luruskan Aturan Bebas Masker di Ruangan Terbuka

"Kondisi sebelum pandemi, anak mengalami batuk pilek 10 sampai 12 kali itu masih normal. Masalahnya sekarang kita tidak bisa membedakan, untuk tahu harus diswab seandainya anak pulang liburan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI