Mode 'Jangan Ganggu' di Ponsel Justru Bisa Bikin Tambah Stres Lho, Ini Alasannya

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 01 Juli 2022 | 16:06 WIB
Mode 'Jangan Ganggu' di Ponsel Justru Bisa Bikin Tambah Stres Lho, Ini Alasannya
Ilustrasi jangan ganggu mode. [Shutterstock]

Suara.com - Banyak pengguna smartphone menggunakan mode 'Do Not Disturb' (jangan ganggu) atau mode senyap dengan tujuan untuk mencegah adanya gangguan selama beraktivitas.

Namun sebuah studi baru menunjukkan bahwa faktanya itu kontradiktif. Mode 'Jangan Ganggu' ternyata meningkatkan stres.

Dalam studi yang terbit di jurnal Computers in Human Behavior ini menunjukkan bahwa pengaturan yang terbaik adalah membiarkan ponsel dalam mode keras.

"Temuan kami memberi pengetahuan baru untuk memahami hubungan antara notifikasi dan penggunaan ponsel," jelas peneliti, dilansir The Sun.

Peneliti dalam studi ini menyarankan untuk menggunakan ponsel ketika memang ada panggilan atau pesan masuk.

Untuk studi ini, peneliti mengumpulkan data dari 138 pengguna iPhone. Sekitar 42 persen mengaktifkan mode getar, 8 persen dalam mode diam, dan sisanya dalam kondisi keras.

Ilustrasi perempuan bermain ponsel (Freepik.com/racool_studio)
Ilustrasi perempuan bermain ponsel (Freepik.com/racool_studio)

Lalu, peserta diminta untuk menyelesaikan survei untuk mengetahui apakah mereka memiliki rasa Fear of Missing Out (FOMO) atau ketinggalan informasi.

FOMO merupakan perasaan khawatir ketika mereka ketinggalan informasi tentang apa yang dilakukan orang lain. Perasaan ini dapat diperburuk dengan penggunaan media sosial terus-menerus.

Peneliti menemukan, peserta yang ponselnya dalam mode senyap memiliki kecenderungan untuk mengecek pesan masuk lebih sering. Mereka juga lebih sering menghabiskan waktu di media sosial.

Orang yang mendapat nilai tinggi dalam tes FOMO merupakan yang terburuk, karena terus-menerus memeriksa dan menggulir ponsel mereka, walau dalam mode senyap.

"(Ini menunjukkan) isyarat suara dan getaran notifikasi dapat meredakan ketidakpastian pengguna dan memenuhi kepuasan dalam mengawasi informasi, sosial, dan lingkungan mereka," kata peneliti.

Bagi orang yang memiliki banyak grup Whatsapp dan khawatir mendengar notifikasi terlalu banyak, peneliti menyarankan untuk menyesuaikan notifikasi sehingga hanya akan menerima informasi dari orang-orang tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beli BBM Melalui MyPertamina Khusus Roda Empat : Tak Wajib Download Atau Bawa Ponsel

Beli BBM Melalui MyPertamina Khusus Roda Empat : Tak Wajib Download Atau Bawa Ponsel

Bali | Jum'at, 01 Juli 2022 | 10:25 WIB

Poco F3 Dijuluki Ponsel Gaib, Ini Jawaban Produsen

Poco F3 Dijuluki Ponsel Gaib, Ini Jawaban Produsen

Tekno | Kamis, 30 Juni 2022 | 16:00 WIB

Samsung Siapkan Ponsel Layar Lipat Murah di 2024, Harga Tak Sampai Rp 11 Juta

Samsung Siapkan Ponsel Layar Lipat Murah di 2024, Harga Tak Sampai Rp 11 Juta

Tekno | Kamis, 30 Juni 2022 | 09:43 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB