facebook

Cara Orang Pegang Pena Bisa Prediksi Risiko Alzheimer, Ini Sebabnya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Cara Orang Pegang Pena Bisa Prediksi Risiko Alzheimer, Ini Sebabnya!
Ilustrasi menulis (Pixabay.com/StarupStockPhotos)

Cara seseorang memegang pena bisa memprediksi risiko Alzheimer.

Suara.com - Sebuah penelitian menemukan cara seseorang memegang pena bisa menunjukkan risiko Alzheimer.

Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia yang menyebabkan seseorang perlahan-lahan kehilangan ingatan dan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari.

Gejala dari penyakit alzheimer ini berkembang selama bertahun-tahun, sehingga cukup sulit dikenali pada tahap awal.

Tapi, ada beberapa tanda-tanda awal dari perilaku seseorang yang bisa menandakan penyakit Alzheimer ini, mulai dari caranya memarkirkan kendaraan hingga perubahan humor.

Baca Juga: Australia Selatan Catat Kasus Cacar Monyet Pertama pada Pria yang Bepergian ke Luar Negeri

Praktik memegang pena dan kertas sering dimanfaatkan sebagai tes untuk mendiagnosis Alzheimer. Tes ini mengharuskan seseorang untuk menggambar bentuk binatang atau wajah yang ada dalam ingatannya.

Semakin mereka tidak mampu menggambarkannya, maka semakin besar risiko mereka mengembangkan demensia.

Ilustrasi menulis (Pixabay.com/StartupStockPhotos)
Ilustrasi menulis (Pixabay.com/StartupStockPhotos)

Para peneliti dari Universitas Tsukuba, Jepang, telah menemukan tanda-tanda lain dalam tes pena dan kertas yang bisa muncul lebih awal.

Mereka merekrut 144 orang dengan berbagai tingkat kemampuan kognitif, termasuk beberapa dengan demensia dan beberapa yang benar-benar sehat.

Setiap peserta menjalani lima tes menggambar berbeda yang mengukur 22 fitur menggambar. Para peneliti menilai dari tekanan pena, postur pena, kecepatan dan seberapa sering orang tersebut berhenti.

Baca Juga: WHO Khawatir, Sudah Ada Dua Kasus Cacar Monyet pada Anak

Kemudian, para peneliti membandingkan fitur-fitur ini dan menggunakan program berbasis komputer untuk melihat seberapa baik ciri-ciri gambar dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang dengan atau tanpa kognisi normal.

Beberapa pasien mengalami gangguan kognitif ringan (MCI), yaitu ketika seseorang mengalami kehilangan ingatan yang sedikit lebih buruk daripada penuaan, tetapi tidak separah demensia.

Mereka masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Para peneliti dapat melihat orang-orang dengan MCI atau Azlheimer berdasarkan gaya gambar mereka.

Mereka memiliki variabilitas yang lebih besar pada tekanan pena, yang berarti beberapa garis halus dan kuat, sementara yang lain lemah dan goyah. Mereka berhenti lebih lama dan kecepatan mereka lebih lambat.

Keakuratan dari lima tes bersama-sama untuk mendeteksi orang yang menderita Alzheimer adalah 75,2 persen secara keseluruhan.

"Meskipun jelas bahwa sifat menggambar yang berhubungan dengan gerakan dan jeda dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan kognitif, sebagian besar tes penyaringan tetap relatif tidak akurat," kata Profesor Tetsuaki Arai, penulis senior studi tersebut dikutip dari The Sun.

Komentar