Mantan Menkes Nila Moeloek Soroti Kekurangan Dokter Gigi di Indonesia

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 04 Juli 2022 | 12:32 WIB
Mantan Menkes Nila Moeloek Soroti Kekurangan Dokter Gigi di Indonesia
Menteri Kesehatan Nila Moeloek. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyoroti Indonesia yang kekurangan dokter gigi. Hal itu, menurutnya bisa membuat pelayanan kesehatan gigi jadi terhambat.

Hal ini menurut Nila, terlihat di berbagai pelosok di luar pulau Jawa, dokter gigi di puskesmas masih sulit ditemukan, bahkan cenderung tidak ada.

"Jadi sekarang ada layanan konsultasi dokter gigi gratis di online, tapi itu aja nggak cukup, karena siapa yang mau melakukan tindakannya gigi bolong atau berlubang siapa yang mau nambal," ungkap Nila dalam acara diskusi Pepsoden di Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.

Bahkan karena hal ini, Menteri Kesehatan periode 2014-2019 menduga jika saat ini minat anak Indonesia terhadap profesi sebagai dokter gigi cenderung berkurang.

Ilustrasi dokter gigi dan pasiennya. (Shutterstock)
Ilustrasi dokter gigi dan pasiennya. (Shutterstock)

"Sehingga jumlah 30.000 dokter gigi aja nggak cukup. Saya agak khawatir sekarang anak-anak berminat nggak ya jadi dokter gigi. Kayaknya artinya nanggung, jadi mending jadi dokter aja sekalian," tambah Nila.

Fenomena Indonesia kekurangan dokter gigi ternyata diakui, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Usman Sumantri, yang mengatakan jika di daerah tidak memiliki dokter gigi.

"Kita bakal inovasikan pelayanan dokter gigi, kita fokuskan di daerah dulu, kalau di kota besar dokter gigi lumayan banyak, di daerah itu nggak ada dokter giginya," terang Usman di kesempatan yang sama.

Bahkan kata Usman, perbandingan dokter gigi dan masyarakat umum Indonesia sangatlah jauh. Jika idealnya satu dokter gigi melayani 7500 pasien, sedangkan  di Indonesia rerata seorang dokter gigi melayani lebih dari 11.000 pasien.

"Apalagi dokter gigi ini persebarannya ada di kota besar. Jadi itu memang luar biasa kekurangannya, di NTT (Nusa Tenggara Timur) atau di Sulawesi itu perbandingannya satu dokter banding 20 ribu pasien, dan itu nggak cukup," tutup Usman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Perlu Menunggu 8 Jam, Dokter Menganjurkan Masyarakat Rutin Menyikat Gigi

Tak Perlu Menunggu 8 Jam, Dokter Menganjurkan Masyarakat Rutin Menyikat Gigi

Jawa Tengah | Minggu, 03 Juli 2022 | 10:12 WIB

PDGI Ungkap Jumlah Dokter Gigi di Indonesia Masih Belum Ideal

PDGI Ungkap Jumlah Dokter Gigi di Indonesia Masih Belum Ideal

Surakarta | Minggu, 03 Juli 2022 | 10:02 WIB

Ada Layanan Konsultasi Dokter Gigi Gratis untuk 10 Ribu Orang, Ini Cara Aksesnya!

Ada Layanan Konsultasi Dokter Gigi Gratis untuk 10 Ribu Orang, Ini Cara Aksesnya!

Health | Minggu, 03 Juli 2022 | 08:55 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB