facebook

Presiden Singapura Halimah Yacob Positif Covid-19, Ini Gejala yang Dialaminya

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Presiden Singapura Halimah Yacob Positif Covid-19, Ini Gejala yang Dialaminya
Halimah Yacob (kiri). [TANG CHHIN SOTHY/AFP]

Presiden Singapura Halimah Yacob dinyatakan positif Covid-19. Kabar tersebut disampaikan sendiri oleh Halimah melalui akun Facebook pribadinya pada Senin (4/7/2022).

Suara.com - Presiden Singapura Halimah Yacob dinyatakan positif Covid-19. Kabar tersebut disampaikan sendiri oleh Halimah melalui akun Facebook pribadinya pada Senin (4/7/2022).

Ia mengungkapkan kalau hanya mengalami gejala ringan mirip flu dan bersyukur telah divaksinasi Covid-19.

"Syukurlah, saya telah divaksinasi dan booster. Saya berharap bisa segera pulih, saya menyesal harus melewatkan acara minggu ini," ujarnya dalam sebuah posting Facebook, dikutip dari Channel News Asia.

Beberapa hari sebelumnya, Halimah menghadiri acara di NUS Bukit Timah pada Sabtu (2/7), dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-65 Fakultas Hukum.

Baca Juga: JYP Entertainment Tunda 2 Konser Tur AS Stray Kids, 3 Anggota Positif Covid-19

Sehari sebelumnya, dia juga memimpin parade Hari Angkatan Bersenjata Singapura (SAF). Dalam acara tersebut dia meninjau kontingen Pengawal Kehormatan dan mempersembahkan Warna Negara kepada Unit Tempur Terbaik tahun ini.

Selain Halimah, Ketua Parlemen Singapura Tan Chuan-jin juga terinfeksi Covid-19. Tan sebenarnya sudah mengalami flu sejak 29 Juni lalu.

Tetapi saat menjalani tes hasilnya negatif, sehingga dia merasa baik-baik saja. Dia kembali lakukan tes sebelum menjalankan tugas Parlemen pada Senin (4/7) dan dinyatakan positif.

"Semua hal baik harus berakhir. Hari-hari bebas Covid saya sudah berakhir," ujarnya dalam sebuah posting Facebook pribadinya.

"Sejauh ini baik-baik saja. Semoga gejalanya ringan," imbuh Tan.

Baca Juga: 3 Member Dinyatakan Positif Covid-19, 2 Konser Stray Kids di Amerika Resmi Ditunda

Tan mengingatkan kepada masyarakat Singapura agar jangan ragu mendapatkan vaksinasi Covid-19 hingga booster. Terutama bagi usia lansia yang rentan terinfeksi dan gejala buruk.

Komentar