facebook

Penelitian Baru Temukan Gejala Cacar Monyet yang Berbeda dari Sebelumnya

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Penelitian Baru Temukan Gejala Cacar Monyet yang Berbeda dari Sebelumnya
 Ilustrasi Penderita Cacar Monyet (Pixabay)

Penelitian terbaru menemukan gejala awal cacar monyet yang berbeda dari kasus yang dilaporkan sebelumnya.

Suara.com - Tim peneliti dari Chelsea and Westminster Hospital NHS Foundation Trust, di London melakukan peninjauan kembali mengenai gejala cacar monyet atau monkeypox.

Penelitian mereka mengamati 54 pasien cacar monyet yang datang ke klinik kesehatan seksual di London selama 12 hari pada bulan Mei 2022.

Mereka menemukan lokasi terjadi lesi kulit akibat cacar monyet berbeda dari yang disebutkan di awal. Selain itu, pasien mengalami prevalensi kelelahan dan demam yang lebih rendah.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Infectious Diseases, menunjukkan bahwa pasien dalam kelompok ini memiliki prevalensi lesi kulit yang lebih tinggi di area genital dan dubur.

Baca Juga: Nuri Shaden Tidak Bisa Minum Air selama Kehamilan, Waspadai Efeknya pada Ibu Hamil!

Saat ini, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menyatakan bahwa ruam akibat cacar monyet biasanya muncul pertama kali di wajah, sebelum menyebar ke bagian tubuh lain. Mereka juga mengatakan kelelahan dan demam adalah gejala awal cacar monyet.

Tapi, pasien dalam penelitian ini justu tidak terlalu mengalami kelelahan dan demam dibandingkan pada kasus cacar monyet sebelumnya.

Ilustrasi Cacar Monyet (Pixabay.com/TheDigitalArtist)
Ilustrasi Cacar Monyet (Pixabay.com/TheDigitalArtist)

Sementara 18 persen pasien dalam penelitian tidak melaporkan gejala awal sebelum timbulnya lesi kulit.

"Saat ini, Inggris dan beberapa negara lain melihat peningkatan pesat dalam kasus cacar monyet di antara individu yang menghadiri klinik kesehatan seksual, tanpa hubungan yang jelas dengan negara-negara di mana penyakit itu endemik," kata Dr Nicolo Girometti dikutip dari Express.

Mengingat penularan cacar monyet bisa terjadi melalui kontak selama aktivitas seksual dan jumlah temuan klinis yang berbeda dari deskripsi sebelumnya, mereka menyarankan rincian gejala cacar monyet akut dengan demam harus ditinjau ulang dan disesuaikan dengan kondisi terbaru.

Baca Juga: Nuri Shaden Tidak Bisa Minum Air Putih selama Hamil, Ini Lho Risikonya

Karena, gejala cacar monyet yang terjadi sekarang ini mungkin sudah berbeda dengan kasus sebelumnya.

Semua pasien bergejala dan menunjukkan lesi kulit, yang mana 94 persen dari mereka memiliki setidaknya satu lesi kulit pada kulit genital atau perianal.

Gejala lesi kulit kali ini paling umum ditemukan di daerah anus dan penis. Tapi faktanya, seperempat pasien dites positif gonore atau klamidia pada saat yang sama dengan infeksi cacar monyet.

Hal ini menunjukkan bahwa penularan virus cacar monyet dalam kelompok ini terjadi akibat kontak dekat antara kulit, misalnya aktivitas seksual.

"Ada kemungkinan bahwa pada berbagai tahap infeksi, monkeypox dapat meniru IMS umum, seperti herpes dan sifilis," ujarnya.

Penting bagi dokter dan pasien kesehatan seksual untuk menyadari gejala cacar monyet. Karena, kesalahan diagnosis infeksi dapat mencegah kesempatan untuk intervensi yang tepat dan pencegahan penularan selanjutnya.

Gejala awal cacar monyet lainnya yang terdaftar oleh UKHSA meliputi:

  1. Sakit kepala
  2. Nyeri otot
  3. Sakit punggung
  4. Pembengkakan kelenjar getah bening
  5. Panas dingin

Dalam satu hingga lima hari setelah munculnya demam, ruam berkembang yang biasanya berawal dari wajah dan akan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Komentar