facebook

Tingkatkan Kewaspadaan Demam Berdarah, Kemenkes Luncurkan Mobil Edukasi Dengue

M. Reza Sulaiman
Tingkatkan Kewaspadaan Demam Berdarah, Kemenkes Luncurkan Mobil Edukasi Dengue
Perawat memeriksa kondisi pasien DBD di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (3/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, DBD sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa anak-anak.

Suara.com - Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, DBD sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa anak-anak.

Mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono melepaskan mobil edukasi dengue di gedung Kementerian Kesehatan RI, Selasa (5/7/2022). Mobil jenis ini secara bertahap akan beroperasi di 100 titik di Indonesia.

Fungsi dari mobil edukasi dengue adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan demam berdarah. Untuk tahap awal, mobil edukasi ini akan menyasar sekolah dasar, pasar, RS, dan ibu-ibu PKK di beberapa kota yaitu, Bandung, Cirebon, Yogya, dan Malang.

Wamenkes dr. Dante mengatakan peningkatan kasus demam berdarah ini selalu meningkat dari tahun ke tahun dan penyakit demam berdarah ini adalah penyakit endemik di daerah tropis dan subtropis.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Bebas Dengue, Enesis Luncurkan Mobil Edukasi Keliling

Mobil edukasi dengue Kemenkes. (Dok. Kemenkes)
Mobil edukasi dengue Kemenkes. (Dok. Kemenkes)

Hingga minggu ke-23 di 2022 secara kumulatif terlaporkan ada 52.313 kasus dan 488 kematian karena DBD. Data ini terlaporkan dari 451 kabupaten/kota di 34 provinsi.

“Perlu diupayakan bahwa kesadaran terhadap masyarakat untuk mencegah terjadinya demam berdarah ini menjadi salah satu yang sangat penting. Kementerian Kesehatan dalam hal ini tidak bisa turun sendiri secara eksklusif untuk mengatasi demam berdarah karena itu dibutuhkan peran serta masyarakat,” katanya dalam keterangan yang diterima Suara.com.

Dikatakan dr. Dante pelepasan mobil edukasi dengue merupakan salah satu upaya mencegah penularan demam berdarah di masyarakat.

Sebelum COVID-19, Indonesia sudah memiliki wabah tahunan yang terus ada hingga sekarang, yaitu Demam Berdarah Dengue,

Chief Sales Officer Enesis Group Ryan Tirta Yudhistira mengatakan mobil edukasi keliling ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat tentang penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan dengue melalui pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus, yakni:

Baca Juga: Apakah Ganja akan Dicabut dari Golongan Satu Narkotika Jika Riset Terkait Ganja Medis Keluar? Ini Jawaban Wamenkes

  1. Menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya,
  2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum,
  3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis,
  4. dan Plus nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti di antaranya memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, dan memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.

“Edukasi kepada seluruh masyarakat di Indonesia untuk mencegah penyebaran penyakit dengue bukan hanya menjadi tugas dari pemerintah, tetapi tugas kita semua. Maka dari Enesis mewujudkannya dengan program mobil edukasi keliling,” ucap Ryan.

Komentar