facebook

Heboh Pria Kena Serangan Jantung Usai Berhubungan Seks, Benarkah Penderita Jantung Lebih Berisiko?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Heboh Pria Kena Serangan Jantung Usai Berhubungan Seks, Benarkah Penderita Jantung Lebih Berisiko?
Ilustrasi serangan jantung. [Envato]

Seorang pria meninggal dunia akibat serangan jantung setelah berhubungan seks.

Suara.com - Baru-baru ini, seorang pria usia 28 tahun meninggal dunia karena serangan jantung ketika berhubungan seks.

Ajay Partiki dari Nagpur meninggal dunia karena serangan jantung ketika berhubungan seks dengan kekasihnya di pondokan.

Berdasarkan laporan, Ajay mengalami demam selam beberapa hari terakhir sebelum meninggal. Kemudian, ia pingsan di atas ranjang ketika berhubungan seks.

Sejauh ini, polisi tidak menemukan adanya bukti obat atau narkoba yang dikonsumsi oleh Ajay terkait kematiannya.

Baca Juga: Dialami Bob Tutupoly, Benarkah Hb Rendah Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Stroke?

Anda harus tahu bahwa serangan jantung termasuk penyebab kematian tertinggi di dunia. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas yang sering dilakukan sehari-hari.

Tapi, mungkinkah orang dengan riwayat penyakit jantung lebih berisiko alami serangan jantung ketika berhubungan seks?

Penyakit arteri koroner yang tak diobati bisa berakibat fatal ketika seseorang berhubungan seks, yang termasuk olahraga berat.

Hubungan Seks. (Elements Envato)
Hubungan Seks. (Elements Envato)

Umumnya, penyakit arteri koroner terlihat pada orang usia muda. Kondisi ini membuat jantung membutuhkan lebih banyak oksigen dan darah selama aktivitas intensitas tinggi, seperti berhubungan seks.

Detak jantung dan tekanan darah yang meningkat selama berhubungan seks inilah yang berbahaya bagi kesehatan jantung seseorang.

Baca Juga: 8 Manfaat Melakukan Hubungan Seksual dengan Lampu Menyala, Salah Satunya Meningkatkan Kepercayaan Diri

Bahaya ini mengakibatkan serangan jantung mendadak pada pasien yang tidak rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Menurut Michael Blaha, MD, MPH, direktur penelitian klinis di Pusat Pencegahan Penyakit Jantung Johns Hopkins Ciccarone, seseorang pantang melakukan hubungan seks bila mengalami nyeri dada, sesak napas, detak jantung tidak teratur dan mual atau gangguan pencernaan.

Tapi dilansir dari Times of India, pakar lainnya mengatakan kemungkinan terjadinya serangan jantung saat berhubungan itu sangat rendah. Bila Anda tidak merasakan kesulitan untuk naik turun tangga atau joging, maka Anda aman berhubungan seks.

Menurut sebuah studi tahun 1996 oleh peneliti Harvard Medical School, seks dapat memicu serangan jantung pada beberapa orang, terutama pria.

Tapi dari semua kasus serangan jantung, hubungn seks adalah faktor penyebab 1 persen di antaranya. Beberapa peneliti dan pakar kesehatan mengatakan bahwa kejadian serangan jantung saat berhubungan seks sangat rendah.

Namun, ada beberapa penelitian yang benar-benar membuktikan manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh seks. Seks memberikan manfaat yang sama bagi tubuh manusia seperti halnya latihan fisik, seperti meningkatkan detak jantung, menurunkan tekanan darah, mengurangi stres dan juga dikenal untuk meningkatkan kualitas tidur pada banyak individu.

Bahkan masalah stres yang berdampak negatif pada kesehatan jantung sebenarnya bisa dihilangkan dengan seks teratur.

Komentar