Disangka Mayat karena Mengambang di Sungai Kotor, Ternyata Pria Tua Ini sedang Meditasi

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 06 Juli 2022 | 14:03 WIB
Disangka Mayat karena Mengambang di Sungai Kotor, Ternyata Pria Tua Ini sedang Meditasi
Ilustrasi sungai kotor. (Antara)

Suara.com - Sejumlah warga di Krung Thep Maha Nakhon, Thailand, dihebohkan dengan seorang lelaki tua yang mengambang di saluran air kotor.

Lelaki tersebut sempat diduga sebagai mayat. Setelah diselamatkan, ternyata dia seseorang yang sedang bermeditasi.

Insiden ini berawal dari orang-orang di dekat kanal air melihat tubuh kaku mengambang di sungai kotor dipenuhi sampah bulan lalu. Warga pun menelepon polisi.

Sebelum polisi sampai, beberapa orang meneriaki tubuh mengambang tersebut untuk memastikan bahwa itu benar-benar mayat.

Hingga seorang pemuda turun ke sungai dan berjalan ke arah tubuh tersebut, mengarungi timbunan sampah serta lumpur. Ketika ia menyentuhnya, lelaki tua itu bangun.

Ilustrasi meditasi (shutterstock)
Ilustrasi meditasi (shutterstock)

"Kami pikir dia sudah mati! Semua orang berteriak, tetapi ia tidak bergerak. Ketika seseorang mencoba menariknya keluar dari air, dia tiba-tiba berbicara. Dia bilang dia hanya bermeditasi," kata sang penyelamat, Sommatr Promvog, dilansir Oddity Central.

Setelah membantu pria itu keluar dari kanal, ambulans dipanggil untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pria tua tersebut.

Tenaga kesehatan menemukan dirinya dalam keadaan sehat dan sadar. Jadi, ia dipulangkan dengan saran untuk mencari tempat yang lebih baik untuk bermeditasi.

Meditasi memang dapat dilakukan di mana pun, tergantung pada kenyamanan orang yang melakukannya.

Meditasi dapat memberi perasaan tenang, damai, seimbang, yang dapat bermanfaat bagi kesejahteraan emosional serta fisik secara keseluruhan, menurut Mayo Clinic.

Selain itu, meditasi juga digunakan sebagai metode untuk bersantai dan mengatasi stres dengan memfokuskan kembali perhatian pada sesuatu yang menenangkan.

Meditasi juga dapat membantu orang yang melakukannya untuk tetap fokus dan menjaga kedamaian batin.

Manfaatnya tidak berakhir ketika meditasi selesai. Metode ini dapat membuat orang yang melakukannya menjadi lebih tenang saat menjalani hari-harinya.

Lebih dari apa pun, meditasi juga dapat membantu mengelola gejala kondisi medis tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Istilah Psikologi yang Sering Kamu Dengar, Sudah Tahu Artinya?

3 Istilah Psikologi yang Sering Kamu Dengar, Sudah Tahu Artinya?

Your Say | Rabu, 06 Juli 2022 | 12:28 WIB

9 Potret Liburan Nia Ramadhani di Borobudur, Meditasi di Dalam Gua

9 Potret Liburan Nia Ramadhani di Borobudur, Meditasi di Dalam Gua

Entertainment | Jum'at, 01 Juli 2022 | 19:23 WIB

3 Manfaat Meditasi bagi Kesehatan Fisik dan Mental

3 Manfaat Meditasi bagi Kesehatan Fisik dan Mental

| Selasa, 31 Mei 2022 | 23:24 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB