Ngeri Banget! Dampak Toxic Parenting Pada Anak Tidak Main-main, Bisa Bertahan Hingga Dewasa Loh

M. Reza Sulaiman

Rabu, 06 Juli 2022 | 22:54 WIB
Ngeri Banget! Dampak Toxic Parenting Pada Anak Tidak Main-main, Bisa Bertahan Hingga Dewasa Loh
ilustrasi toxic parenting. (shutterstock)

Suara.com - Psikolog meminta orangtua untuk lebih bijak dalam menjalankan pola asuh kepada anak. Sebab dampak pola asuh yang salah alias toxic parenting bisa dirasakan anak hingga dewasa.

Salah satunya, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri, membuatnya bisa kehilangan kesempatan di masa d pean.

“Toxic parenting itu seperti orangtua yang lebih banyak memberikan tekanan kepada anak agar mau mengikuti apa yang diinginkan atau apa yang dikatakannya. Karena menurut mereka (orangtua) itu yang paling baik menentukan untuk anaknya,” kata Ketua Program Studi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Dr. Rose Mini Agoes Salim.

Ia menjelaskan, renggangnya hubungan akibat toxic parenting disebabkan sikap orangtua yang agresif, menekan, dan seolah paling mengerti atas anaknya. Namun hal itu justru membuat sang buah hati menjadi cemas, takut dan tidak percaya diri karena khawatir akan membuat kesalahan saat melakukan sebuah tindakan.

Ilustrasi orangtua marahi anak [Shutterstock]
Ilustrasi orangtua marahi anak [Shutterstock]

“Jadi sebetulnya kontrol begitu kuat terhadap apa yang dilakukan anak dan orangtua seolah-olah hanya memikirkan yang terbaik dari sisinya, bukan dari sisi anak. Sehingga anak tidak pernah bisa menjadi dirinya sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa anak yang mengalami toxic parenting berpotensi menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan penakut. Anak tersebut juga tidak mengetahui bahwa mereka memiliki potensi yang tersimpan di dalam dirinya. Ketika sang anak dewasa, hal itu akan berdampak pada ketidakmampuan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang dipilih atau ditekuni, karena terbiasa diarahkan dan diatur secara agresif oleh orangtua.

“Kemampuan bertanggung jawab juga jadi melemah atau kemungkinan apa yang dilakukan bukan untuk menyelesaikan tanggung jawabnya tapi karena takut pada orangtuanya saja,” katanya.

Menurut Rose, orangtua perlu memahami dampak buruk toxic parenting dan menyesuaikan pola asuh berdasarkan usia anak. Orangtua juga perlu bersikap terbuka atas masukan dari anak dan membuka ruang diskusi untuk mencari solusi apabila anak sedang mengalami masalah.

“Makin besar dia makin mandiri dan bertanggung jawab terhadap masalah, dan juga yang dia ambil untuk solusi atas masalahnya, anak juga menjadi lebih bebas mengekspresikan diri, dan orangtua bisa memberikan kesempatan tersebut maka dia menjadi orang tua yang tidak toxic,“ katanya.

baca juga

Rose juga bilang bahwa setiap anak menyimpan bakat yang bisa terbentuk secara alami maupun dibentuk oleh lingkungan. Untuk itu, ia berharap agar para orangtua bisa memberikan ruang kepada untuk mengekspresikan diri.

"Berikan kesempatan dia untuk mengekspresikan diri, tetapi di sisi lain tetap harus ada panduan dan koridor mana yang harus bisa dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh anak,” ujarnya.

Psikolog Universitas Indonesia itu menambahkan, pola asuh memiliki dua sumbu yang perlu diperhatikan, yaitu kedekatan dan kontrol. Kedekatan anak dan orangtua berpengaruh kepada perkembangan dan pertumbuhan anak.

“Pada waktu seseorang anak merasa tidak dapat melakukan apa-apa karena tidak diizinkan lingkungannya maka nantinya dia akan mengalami banyak masalah dalam kehidupannya karena tidak bisa menentukan dan tidak bisa mengambil tindakan tertentu terhadap apa yang dia hadapi,” terangnya.

Di samping itu, orangtua yang abai dan selalu mengikuti kemauan anak juga berdampak buruk pada perkembangan anak.

“Tidak bisa dilepaskan begitu saja karena anak belum banyak punya jam terbang dalam kehidupannya, pengalamannya masih terbatas dan butuh orangtua untuk mengarahkan mereka. Nah, yang penting bagi orangtua memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan usia anak agar dia (anak) nantinya bisa menentukan sendiri apa yang harus dilakukan,” katanya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Sering Minta Jajan? 6 Cara Cerdas Ubah Permintaannya Jadi Pelajaran Uang

Anak Sering Minta Jajan? 6 Cara Cerdas Ubah Permintaannya Jadi Pelajaran Uang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:00 WIB

Nilai, Profesi, dan Ambisi: Ketika Anak Kehilangan Hak Memilih

Nilai, Profesi, dan Ambisi: Ketika Anak Kehilangan Hak Memilih

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 06:40 WIB

Apa Itu Eggshell Parents? Tipe Orang Tua yang Bikin Anak Hidup dalam Kecemasan Kronis

Apa Itu Eggshell Parents? Tipe Orang Tua yang Bikin Anak Hidup dalam Kecemasan Kronis

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:41 WIB

Ulasan Captain Fantastic dan Ilusi Hidup di Luar Sistem

Ulasan Captain Fantastic dan Ilusi Hidup di Luar Sistem

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 12:45 WIB

Syarat Utama Menjadi Orang Tua Adalah Menyembuhkan Diri Sendiri

Syarat Utama Menjadi Orang Tua Adalah Menyembuhkan Diri Sendiri

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Parenting di Era Digital: Ketika Gawai Menjadi Pengasuh Anak

Parenting di Era Digital: Ketika Gawai Menjadi Pengasuh Anak

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:50 WIB

Membaca Orang Tuaku Hobi Menghukum: Seni Mendidik Tanpa Melukai

Membaca Orang Tuaku Hobi Menghukum: Seni Mendidik Tanpa Melukai

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Ibu Baru dan Insecurity: Celah Marketing di Tengah Kecemasan Parenting

Ibu Baru dan Insecurity: Celah Marketing di Tengah Kecemasan Parenting

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Membiayai Anak Bukan Lisensi untuk Menghapus Privasinya

Membiayai Anak Bukan Lisensi untuk Menghapus Privasinya

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

×