facebook

Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Epidemiolog Minta Sentra Vaksinasi Covid-19 Ditambah

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Epidemiolog Minta Sentra Vaksinasi Covid-19 Ditambah
Vaksin Booster. (pixabay/ilustrasi vaksin)

Penambahan sentra vaksinasi Covid-19 perlu ditambah agar lebih mudah diakses masyarakat.

Suara.com - Mendukung rencana pemerintah masuk mal dan perkantoran wajib vaksin booster Covid-19, epidemiolog meminta pemerintah untuk menambah sentra vaksinasi.

Epidemiolog Dicky Budiman mengatakan tujuan sentra vaksinasi Covid-19 ditambah agar lebih mudah diakses masyarakat.

"Pengetatan ini tentu wajar, tetapi di sini harus disertai dengan menambah dan menyediakan sentra-sentra vaksinasi yang lebih mudah diakses dan lebih mudah prosedurnya. Hal itulah konsekuensi ataupun hal yang harus disediakan oleh pemerintah," ujar Dicky saat dihubungi suara.com, Rabu (6/7/2022).

Peneliti Health Security Griffith University Australia mengatakan bahwa penyediaan sentra vaksinasi ini bisa mendorong minat masyarakat, apalagi masyarakat di tengah padatnya aktivitas.

Baca Juga: Epidemiolog Dukung Penuh Kebijakan Masuk Mal Wajib Booster Covid-19

Menurutnya, vaksinasi booster tidak bisa mencegah terjadinya gelombang baru pandemi tapi sangat efektif mencegah perburukan atau keparahan dan harus dirawat di rumah sakit.

"Tapi setidaknya mengurangi potensi penularan dan mencegah pemburukan situasi dari faskes dan sebagainya. Karena yang harus kita lindungi adalah kelompok yang rawan di masyarakat baik lansia maupun komorbiditas dan sebagainya," ungkap Dicky.

Ia juga menegaskan, meskipun sudah divaksinasi, masyarakat harus tetap diingatkan bahwa protokol kesehatan seperti memakai masker dan rutin mencuci tangan juga tetap diperlukan.

"Tentu saja pemerintah juga harus introspeksi, karena sering ada komunikasi yang tidak membangun kewaspadaan, dan lebih ke arah optimisme yang akhirnya membuat publik menjadi lengah di tengah masyarakat," tutup Dicky.

Perlu diketahui pada 5 Juli 2022, infeksi baru Covid-19 melonjak hingga 2.577 kasus. Bahkan per 6 Juli 2022, kembali bertambah di 2.743 kasus baru. Padahal akhir pekan lalu, infeksi masih di bawah 2.000 kasus.

Baca Juga: Vaksin Booster Jadi Syarat Kegiatan Masyarakat

Komentar