Demi Menyelamatkan Anak Kembarnya, Pasangan Ini Donor Masing-masing Ginjal Mereka

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 12 Juli 2022 | 08:52 WIB
Demi Menyelamatkan Anak Kembarnya, Pasangan Ini Donor Masing-masing Ginjal Mereka
Ilustrasi operasi. (Pixabay)

Suara.com - Sepasang suami istri di China mendonorkan masing-masing satu ginjal mereka untuk menyelamatkan nyawa kedua putrinya yang menderita gagal ginjal.

Kedua putrinya, yang kembar, berusia 18 tahun. Kondisi mereka membaik setelah menjalani transplantasi ginjal di Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, Hubei, pada April serta Juni lalu.

Media Asia One melaporkan bahwa kedua anak kembar Hu dan Liu didiagnosis menderita uremia pada Juli tahun lalu, yang disebabkan oleh mutasi genetik.

Uremia merupakan kondisi ketika kadar urea dalam tubuh sangat tinggi, sehingga menjadi racun bagi tubuh. Itu disebabkan oleh ginjal yang tidak bisa menyaring limbah dengan baik.

Alih-alih dibuang melalui urin, limbah yang tidak tersaring justru masuk ke aliran darah. Seiring waktu, ini akan mengancam nyawa.

Transplantasi ginjal Xiaoru dan Xiaoyi (Weibo)
Transplantasi ginjal Xiaoru dan Xiaoyi (Weibo)

Gejala yang dialami kedua gadis tersebut termasuk pusing dan kelemahan di waktu yang hampir bersamaan.

Orang tua mereka pun memutuskan untuk mencari pendonor ginjal setelah kedua putrinya menjalani prosedur dialisis peritoneal (proses mengeluarkan limbah dari tubuh) selama tiga bulan.

Namun sayangnya, mereka tak kunjung mendapatkannya. Hingga akhirnya sang ibu yang berusia awal 40-an memutuskan untuk menyumbangkan ginjalnya kepada putri sulung, Xiaoru, yang lebih kritis.

Tranplantasi berhasil dilakukan pada April lalu.

"Saya hanya ingin anak perempuanku sehat, dan hidup normal," kata Hu.

Dua bulan kemudian saat kondisi adiknya, Xiaoyi, memburuk, sang ayah membuat keputusan yang sama.

"Kami awalnya berpikir karena saya adalah pencari nafkah, kami akan kehilangan sumber pendapatan jika saya yang mendonor. Tetapi ketika melihat anak gadisku menderita, mengeluh sakit, saya sangat sedih dan memutuskan untuk menyumbangkan ginjal kepadanya juga," imbuh Liu.

Dokter Zhou Jiangqiao yang menangani kedua gadis tersebut mengatakan ginjal Hu dan Liu sehat dan memiliki kualitas yang baik.

Kini, Xiaoyi masih dalam masa pemulihan di rumah sakit dan kondisi Xiaoru membaik karena ginjal barunya berfungsi secara normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Kaka Slank yang Sempat Alami Kebotakan, Kini Rutin Creambath Hingga Lakukan Tranplantasi Rambut

Cerita Kaka Slank yang Sempat Alami Kebotakan, Kini Rutin Creambath Hingga Lakukan Tranplantasi Rambut

Lifestyle | Rabu, 25 Mei 2022 | 14:28 WIB

5 Aktor Bollywood Ini Lakukan Tranplantasi Rambut dan Hasilnya Mencengangkan

5 Aktor Bollywood Ini Lakukan Tranplantasi Rambut dan Hasilnya Mencengangkan

Entertainment | Selasa, 12 April 2022 | 15:43 WIB

Pasien Covid-19 Melonjak, RS di Belanda Setop Layanan Kemoterapi dan Tranplantasi Organ

Pasien Covid-19 Melonjak, RS di Belanda Setop Layanan Kemoterapi dan Tranplantasi Organ

Health | Kamis, 25 November 2021 | 19:47 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB