Epidemiolog Usul Pemerintah Lakukan Observasi 6 Jam pada Jemaah Haji yang Pulang ke Indonesia

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 13 Juli 2022 | 11:07 WIB
Epidemiolog Usul Pemerintah Lakukan Observasi 6 Jam pada Jemaah Haji yang Pulang ke Indonesia
Ilustrasi: Jemaah haji mulai tiba di Arafah, Arab Saudi [Dok: MCH 2022]

Suara.com - Pemerintah harus memastikan jemaah haji yang pulang ke Indonesia dalam keadaan sehat dan tidak terinfeksi penyakit apa pun. Hal itu diungkapkan oleh epidemiolog - dr. Dicky Budiman.

Kata Dicky, pemerintah perlu melakukan pengamanan kesehatan pada jemaah haji dan memastikan mereka tidak terinfeksi penyakit menular seperti Covid-19, MERS atau meningitis.

Seperti diketahui 4.765 jemaah haji akan kembali terbang ke Indonesia pada 15 dan 16 Juli 2022 nanti. Saat ini pemerintah sedang bersiap melakukan karantina kesehatan dan protokol kesehatan yang dilakukan.

"Bukan hanya untuk Covid-19, ada meningitis, MERS, atau bahkan potensi penyakit saluran napas lain yang dibawa itu tetap ada, dan ini pola deteksi pasca-ibadah haji lama dan sekarang saja makin diperkuat," ujar dr. Dicky melalui keterangannya, Rabu (13/7/2022).

Berdasarkan pengalamanya, disarankan selain memastikan jemaah haji tidak ada yang positif Covid-19 usai dari Mekkah, baiknya juga dilakukan observasi selama enam jam setelah tiba memastikan ia tidak bergejala.

"Mungkin setelah observasi enam jam kurang lebih, ya dia bisa keluar atau pulang. Tapi kalau yang bersangkutan bergejala dan selama enam jam observasi, maka dalam satu rombongan yang sama dengan jemaah tersebut harus kembali diobservasi," jelas dr. Dicky.

Peneliti Health Security Griffith University Australia itu menjelaskan waktu observasi enam jam ini diperlukan karena untuk melihat, kemungkinan jemaah haji mengonsumsi obat flu atau demam sehingga gejala belum timbul.

"Karena setidaknya kita bisa melihat, karena memang Omicron BA.4, BA5 memiliki masa inkubasi yang relatif singkat dalam satu hari bisa terjadi. Nah ini artinya durasi enam jam-an ini relatif memadai," jelas dr. Dicky.

Dalam rombongan ada yang bergejala, kata dr. Dicky, baiknya pemerintah juga fokus pada kelompok rawan, terlebih banyak jemaah haji yang sudah lanjut usia dengan morbiditas, sehingga bisa terinfeksi Covid-19 bisa bertambah berat.

"Nah ini yang artinya observasinya harus ditambah terutama pada kelompok yang rawan, punya komorbid misalnya ataupun sudah mulai menunjukan gejala," tutup dr. Dicky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Alami Peningkatan, PTM di Bogor pada Ajaran Baru Bakal Berlangsung 50 Persen

Kasus Covid-19 Alami Peningkatan, PTM di Bogor pada Ajaran Baru Bakal Berlangsung 50 Persen

Bogor | Rabu, 13 Juli 2022 | 10:30 WIB

Tak hanya Eka Wiryastuti, 3 Orang Lainnya di Rutan Polda Bali Juga Terpapar Covid-19

Tak hanya Eka Wiryastuti, 3 Orang Lainnya di Rutan Polda Bali Juga Terpapar Covid-19

Bali | Rabu, 13 Juli 2022 | 10:26 WIB

Bandara Jeddah Bolehkan Jemaah Bawa Air Zamzam 5 Liter, Ini Syaratnya

Bandara Jeddah Bolehkan Jemaah Bawa Air Zamzam 5 Liter, Ini Syaratnya

News | Rabu, 13 Juli 2022 | 10:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB