Klaim Diet yang Bisa Menghilangkan Lemak Perut Dalam Seminggu Dinilai Tidak Sehat

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 16 Juli 2022 | 11:00 WIB
Klaim Diet yang Bisa Menghilangkan Lemak Perut Dalam Seminggu Dinilai Tidak Sehat
Ilustrasi diet. (pixabay.com)

Suara.com - Tidak ada cara untuk menghilangkan lemak perut secara instan, sebab lemak perut seringkali sulit digilangkan karena berbeda dari jenis lemak lainnya.

Dilansir Insider, lemak dapat dicubit di perut merupakan lemak subkutan, yang terletak tepat di bawah kulit. Sementara lemak yang sulit dihilangkan adalah lemak visceral yang mengelilingi organ di dalam dinding perut.

Kelebihan lemak visceral dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular dan kondisi kesehatan lainnya.

"Mempertahankan lemak visceral alam tingkat yang sehat bermanfaat bagi kesehatan," jelas pelatih pribadi Maricris Lapaix.

Bisakah menghilangkan lemak perut dalam seminggu?

Ilustrasi menurunkan berat badan (Pixabay)
Ilustrasi menurunkan berat badan (Pixabay)

Diet dan tren olahraga yang mengklaim dapat mengurang lemak perut dalam beberapa hari merupakan hal tidak realistis dan tidak sehat.

Dalam olahraga, latihan abs dapat membantu mengencangkan perut. Tetapitetap harus menurunkan berat badan secara menyeluruh untuk mengurangi lemak perut secara signifikan.

Karena tidak ada cara untuk mengontrol di bagian mana tubuh menurunkan berat badan, maka seseorang harus mengurangi lemak tubuh secara keseluruhan untuk menghilangkan lemak perut.

"Praktik terbaik untuk menghilangkan lemak tubuh adalah dengan menyeimbangkan gaya hidup aktif, diet bergizi, dan mempertahankan tingkat stres yang rendah," kata Lapaix.

Untuk menghilangkan lemak tubuh secara keseluruhan, seseorang harus berada dalam defisit kalori. Artinya, harus membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi.

Berikut 8 langkah untuk menghilangkan lemak perut:

  • - Hindari makanan dan minuman manis
  • Perbanyak minum air putih
  • Makan makanan utuh kaya protein dan serat
  • Campurkan latihan kardio dan resistensi
  • Coba rencana makan baru
  • Konsumsi probiotik atau suplemen probiotik
  • Tidur secara cukup
  • Mengelola stres

Menurut Lapaix, jumlah penurunan berat badan yang sehat adalah 0,45 hingga 0,90 kilogram dalam seminggu.

"Lebih penting untuk memilih diet yang berkelanjutan dan mempelajari makanan apa yang efektif untuk Anda dalam jangka panjang daripada yang secara instan," sambungnya.

Cara tersebut dapat membuat hasil penurunan berat badan lebih baik dan dapat bertahan lebih lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Diet 5:2, Gabungan 2 Diet yang Diklaim Ampuh Menghilangkan Lemak Perut

Mengenal Diet 5:2, Gabungan 2 Diet yang Diklaim Ampuh Menghilangkan Lemak Perut

Health | Minggu, 19 Juni 2022 | 20:27 WIB

Hati-hati Lemak Perut Bisa Jadi Faktor Pemicu Diabetes Tipe 2, Begini Cara Mengatasinya

Hati-hati Lemak Perut Bisa Jadi Faktor Pemicu Diabetes Tipe 2, Begini Cara Mengatasinya

Press Release | Sabtu, 18 Juni 2022 | 09:53 WIB

Timbulnya Lemak Perut Juga Bisa Disebabkan oleh Hormon yang Tak Seimbang, Apa Saja Faktor Pemicunya?

Timbulnya Lemak Perut Juga Bisa Disebabkan oleh Hormon yang Tak Seimbang, Apa Saja Faktor Pemicunya?

Health | Kamis, 19 Mei 2022 | 09:42 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB