Dokter Sarankan Penyintas Virus Cacar Monyet Tetap Pakai Kondom, Ini Alasannya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 19 Juli 2022 | 10:59 WIB
Dokter Sarankan Penyintas Virus Cacar Monyet Tetap Pakai Kondom, Ini Alasannya!
Ilustrasi kondom (Freepik)

Suara.com - Pasien Monkeypox atau cacar monyet disarankan selalu menggunakan kondom ketika berhubungan seks selama beberapa bulan setelah terinfeksi.

Saran penggunaan kondom ini muncul di tengah kekhawatiran kalau virus cacar monyet ini menyebar melalui air mani. Bahkan, langkah ini harus dilakukan ketika seseorang tidak menunjukkan gejala.

Badan Kesehatan dan Keamanan Inggris mengatakan sekarang ini ada 1.856 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di Inggris.

Sebagian besar kasus cacar monyet ini terjadi London dan menyerang pria gay atau biseksual. UKHSA mengatakan ada bukti yang menunjukkan bahwa cacar monyet terdeteksi dalam air mani yang terinfeksi.

Pada seorang pria dari Italia, partikel virus cacar monyet ini ditemukan dalam air mani pada 11 hari setelah infeksi.

"Meskipun, bukti yang berkaitan dengan penularan virus cacar monyet melalui air mani ini terbatas," kata pejabat kesehatan dikutip dari The Sun.

cacar monyet (freepik)
cacar monyet (freepik)

Sejalan dengan panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UKHSA sekarang menyarankan orang untuk menggunakan kondom selama 12 minggu setelah infeksi cacar monyet.

Langkah ini merupakan tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko penyebaran virus cacar monyet ke pasangan.

Karena itu, orang yang mengalami gejala cacar monyet disarankan untuk tidak berhubungan seks sama sekali dengan pasangannya. Meskipun, monkeypox bukanlah penyakit menular seksual.

Sedangkan, penularan cacar monyet ini bisa terjadi dari menyentuh keropeng orang yang terinfeksi, menyentuh seprai atau bekas baju orang yang terinfeksi dan menghirup tetesan pernapasan orang yang terinfeksi.

UKHSA juga mengatakan bahwa beberapa orang yang telah pulih dari cacar monyet perlu mendapatkan tes PCR pada air mani mereka.

Orang-orang ini adalah mereka yang menjalani perawatan kesuburan atau orang yang memiliki pasangan seksual dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Sementara itu, vaksin diberikan kepada orang-orang yang dianggap paling berisiko terkena cacar monyet.

Dalam beberapa kasus, pria gay dan biseksual juga ditawari vaksin ketika menghadiri pesta seks atau memiliki banyak pasangan.

UKHSA mengatakan secara keseluruhan, jumlah kasus cacar monyet kecil dan risiko terhadap masyarakat tetap rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Alami Lonjakan Infeksi Cacar Monyet, Jumlahnya Kini Lebih dari 1.800 Kasus

AS Alami Lonjakan Infeksi Cacar Monyet, Jumlahnya Kini Lebih dari 1.800 Kasus

Health | Minggu, 17 Juli 2022 | 14:31 WIB

Ngeri, Kasus Cacar Monyet Sudah Tembus 10 Ribu Kasus di Seluruh Dunia

Ngeri, Kasus Cacar Monyet Sudah Tembus 10 Ribu Kasus di Seluruh Dunia

Health | Jum'at, 15 Juli 2022 | 08:05 WIB

Muncul Kasus Pertama Cacar Monyet di Rusia, Pasien Bergejala Ringan

Muncul Kasus Pertama Cacar Monyet di Rusia, Pasien Bergejala Ringan

Malang | Selasa, 12 Juli 2022 | 22:20 WIB

Terkini

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB