Pengacara Sebut Pelaku Pembunuhan Brigadir J Psikopat Gegara Diduga Sempat Cabut Kuku Korban, Apa Saja Cirinya?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 21 Juli 2022 | 11:10 WIB
Pengacara Sebut Pelaku Pembunuhan Brigadir J Psikopat Gegara Diduga Sempat Cabut Kuku Korban, Apa Saja Cirinya?
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak meminta Kapolri membentuk tim independen untuk melakukan autopsi ulang jenazah Brigadir J. Hal itu disampaikan Kamaruddin di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2022). [Suara.com/Yasir]

Suara.com - Kuasa hukum keluarga Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak menyebut bahwa pelaku pembunuhan korban sebagai psikopat.

Hal itu diungkapkan setelah ia mengklaim menemukan bukti baru terkait dugaan penyiksaan. Dari bukti baru itu dia meyakini pelaku penyiksaan terhadap Brigadir J merupakan seorang psikopat.

"Saya sangat yakin betul bahwa ini adalah ulah psikopat," kata Kamaruddin di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2022) malam.

Kamaruddin menyebut bukti baru tersebut berupa adanya kuku Brigadir J yang diduga dicabut. Perbuatan ini diduga dilakukan pelaku ketika Brigadir J masih hidup.

Lantas apa sih itu psikopat, dan apa saja ciri pelakunya?

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak meminta Kapolri membentuk tim independen untuk melakukan autopsi ulang jenazah Brigadir J. Hal itu disampaikan Kamaruddin di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2022). [Suara.com/Yasir]
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak meminta Kapolri membentuk tim independen untuk melakukan autopsi ulang jenazah Brigadir J. Hal itu disampaikan Kamaruddin di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2022). [Suara.com/Yasir]

Dilansir dari Healthline, Beberapa istilah psikologi menimbulkan kebingungan seperti "psikopat." Meskipun umumnya walau sering keliru salah) digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kondisi kesehatan mental, "psikopat" bukanlah diagnosis resmi.

Sebaliknya, ini adalah istilah informal yang sering digunakan untuk kondisi yang disebut gangguan kepribadian antisosial (ASPD).

Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, edisi ke-5 (DSM-5) tidak mencantumkan psikopati sebagai diagnosis klinis resmi.

Definisi sebenarnya dari psikopat dalam psikiatri mengacu pada seseorang dengan ASPD, jelas Dr. Prakash Masand, seorang psikiater dan salah satu pendiri Centers of Psychiatric Excellence. ASPD menggambarkan suatu kondisi yang ditandai dengan pola taktik manipulasi dan pelanggaran terhadap orang lain.

baca juga

Masand mengatakan satu hal yang dapat membingungkan tentang ASPD adalah frasa “antisosial.”

“Kebanyakan orang mungkin menganggap ini menggambarkan seseorang yang pendiam, penyendiri, menyendiri, dll. Namun, ini tidak terjadi di ASPD,” jelasnya.

“Ketika kita mengatakan antisosial di ASPD, itu berarti seseorang yang bertentangan dengan masyarakat, aturan, dan perilaku lain yang lebih umum.”

Sementara beberapa dokter menganggap psikopati sebagai subtipe ASPD yang lebih parah, konsensus umum adalah bahwa psikopati berada di bawah payung ASPD.

Karena istilah "psikopat" bukanlah diagnosis resmi, para ahli merujuk pada tanda-tanda yang dijelaskan di bawah ASPD. Menurut Masand, beberapa tanda yang lebih umum dari ASPD dapat mencakup:

  • perilaku yang bertentangan dengan norma sosial
  • mengabaikan atau melanggar hak orang lain
  • ketidakmampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah
  • kesulitan dengan menunjukkan penyesalan atau empati
  • kecenderungan untuk sering berbohong
  • memanipulasi dan menyakiti orang lain
  • masalah berulang dengan hukum
  • pengabaian umum terhadap keselamatan dan tanggung jawab
  • mengekspresikan kemarahan dan kesombongan secara teratur

Tanda-tanda ASPD lainnya yang mungkin termasuk kecenderungan untuk terlibat dalam perilaku yang sembrono, impulsif, atau dapat menyebabkan konsekuensi yang berbahaya.

Masand mengatakan seseorang yang menunjukkan perilaku ini mungkin juga:

  • tidak memiliki hubungan emosional yang dalam
  • memiliki pesona yang dangkal tentang mereka
  • menjadi sangat agresif
  • terkadang sangat marah

Selain itu, orang dengan ASPD mungkin tidak bereaksi seolah-olah mereka telah menyakiti seseorang, dan mereka mungkin impulsif atau kasar dan mungkin tidak memiliki penyesalan. Dalam kasus ASPD, kasar tidak selalu berarti kekerasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas HAM Dalami Luka di Tubuh Brigadir J

Komnas HAM Dalami Luka di Tubuh Brigadir J

Kalbar | Kamis, 21 Juli 2022 | 10:32 WIB

Brigadir J Diduga Disiksa Kukunya Dicopot, Pengacara Keluarga: Saya Sangat Yakin Ini Ulah Psikopat

Brigadir J Diduga Disiksa Kukunya Dicopot, Pengacara Keluarga: Saya Sangat Yakin Ini Ulah Psikopat

News | Kamis, 21 Juli 2022 | 10:30 WIB

Komnas HAM soal Pengusutan Kasus Brigadir J: Sama Sekali Tak Ada Tekanan

Komnas HAM soal Pengusutan Kasus Brigadir J: Sama Sekali Tak Ada Tekanan

Riau | Kamis, 21 Juli 2022 | 10:25 WIB

Terkini

Beli Tiket Indomaret Run Pakai BRImo Dapat Diskon Langsung, Ini Caranya

Beli Tiket Indomaret Run Pakai BRImo Dapat Diskon Langsung, Ini Caranya

Bri | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Alasan Puan Maharani Majukan Sidang Tahunan 2026 ke 14 Agustus

Alasan Puan Maharani Majukan Sidang Tahunan 2026 ke 14 Agustus

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Amnesty Bantah Hukuman Mati Bikin Koruptor Jera: Hanya Mitos

Amnesty Bantah Hukuman Mati Bikin Koruptor Jera: Hanya Mitos

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:52 WIB

Jelang Muktamar NU ke-35, Tokoh dan Aktivis Desak PBNU Independen dan Responsif Gender

Jelang Muktamar NU ke-35, Tokoh dan Aktivis Desak PBNU Independen dan Responsif Gender

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Pemprov DKI: Evaluasi Jalur Bukan Berarti Abaikan Hak Pesepeda

Pemprov DKI: Evaluasi Jalur Bukan Berarti Abaikan Hak Pesepeda

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:43 WIB

Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa

Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Kripto Berbasis Aset Riil Penuhi Unsur Syariah

Kripto Berbasis Aset Riil Penuhi Unsur Syariah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!

Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!

Bri | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z

Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Tak Ingin Viral Karena Joget, Puan Maharani Minta Anggota DPR Jaga Sikap di Sidang Tahunan

Tak Ingin Viral Karena Joget, Puan Maharani Minta Anggota DPR Jaga Sikap di Sidang Tahunan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:34 WIB

×