Mengenal Empty Sella Syndrome, Penyakit yang Diidap Ruben Onsu Hingga Dilarikan ke ICU

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 21 Juli 2022 | 12:07 WIB
Mengenal Empty Sella Syndrome, Penyakit yang Diidap Ruben Onsu Hingga Dilarikan ke ICU
Ruben Onsu (YouTube/Melaney Ricardo)

Suara.com - Setelah sempat keluar masuk rumah sakit bahkan hingga dilarikan ke ICU, Ruben Onsu akhirnya mengungkapkan penyakit yang didertanya. Hal itu ia ungkapkan setelah menjalani MRI di rumah sakit.

"Kemarin itu aku sudah MRI, jadi ada bercak-bercak putih di bagian otak A, dan yang kedua juga ada Empty Sella Syndrome," kata Ruben, dikutip dari kanal YouTube Trans 7 Official, Selasa (19/7/2022).

Kondisinya itu membuat Ruben tidak kuat berada di ruangan dingin. Penglihatannya juga menjadi kabur.

"Penglihatan kayak orang pakai kontak lensa. Mata gue bisa burem, kaku, nggak bisa bergerak," sambungnya.

Dilansir dari Healthline, Empty Sella Syndrome Sindrom adalah kelainan langka yang berhubungan dengan bagian tengkorak yang disebut sella tursika. Sella tursika adalah lekukan di tulang sphenoid di dasar tengkorak Anda yang memegang kelenjar pituitari.

Potret Ruben Onsu Kembali Dirawat di ICU (YouTube/The Onsu Family)
Potret Ruben Onsu Kembali Dirawat di ICU (YouTube/The Onsu Family)

Jika memiliki Empty Sella Syndrome, sella tursika Anda sebenarnya tidak kosong. Faktanya, itu berarti sella tursika Anda terisi sebagian atau seluruhnya dengan cairan serebrospinal (CSF).

Orang dengan sindrom sella kosong juga memiliki kelenjar pituitari yang lebih kecil. Dalam beberapa kasus, kelenjar pituitari bahkan tidak muncul pada tes pencitraan.

Ketika sindrom sella kosong disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya, itu disebut sindrom sella kosong sekunder. Ketika tidak ada penyebab yang diketahui, itu disebut sindrom sella kosong primer.

Sindrom sella kosong biasanya tidak memiliki gejala apapun. Namun, jika Anda memiliki sindrom sella kosong sekunder, Anda mungkin memiliki gejala yang berhubungan dengan kondisi yang menyebabkannya.

Banyak orang dengan sindrom sella kosong juga mengalami sakit kepala kronis. Dokter tidak yakin apakah ini terkait dengan sindrom kosong sella atau tekanan darah tinggi, yang juga dialami oleh banyak orang dengan sindrom sella kosong.

Dalam kasus yang jarang terjadi, sindrom sella kosong dikaitkan dengan peningkatan tekanan di tengkorak, yang dapat menyebabkan:

  • cairan tulang belakang bocor dari hidung
  • pembengkakan saraf optik di dalam mata
  • masalah penglihatan

Empty Sella Syndrome primer

Penyebab pasti dari sindrom sella kosong primer tidak jelas. Ini mungkin terkait dengan cacat lahir di diafragma sellae, membran yang menutupi sella tursika. Beberapa orang dilahirkan dengan robekan kecil di diafragma sellae, yang dapat menyebabkan CSF bocor ke sella tursika. Dokter tidak yakin apakah ini penyebab langsung dari sindrom sella kosong atau hanya faktor risiko.

Menurut Organisasi Nasional untuk Gangguan Langka, sindrom sella kosong mempengaruhi sekitar empat kali lebih banyak wanita daripada pria. Kebanyakan wanita dengan sindrom kosong sella cenderung setengah baya, obesitas, dan memiliki tekanan darah tinggi. Namun, sebagian besar kasus sindrom kosong sella tidak terdiagnosis karena kurangnya gejala, sehingga sulit untuk mengatakan apakah jenis kelamin, obesitas, usia, atau tekanan darah adalah faktor risiko yang sebenarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Ruben Onsu Diruwat, Temukan 6 Mahluk Halus dalam Tubuhnya!

5 Fakta Ruben Onsu Diruwat, Temukan 6 Mahluk Halus dalam Tubuhnya!

| Kamis, 21 Juli 2022 | 11:10 WIB

Bila Meninggal, Ruben Onsu Pastikan Betrand Peto Tak Hidup Terlantar

Bila Meninggal, Ruben Onsu Pastikan Betrand Peto Tak Hidup Terlantar

Entertainment | Kamis, 21 Juli 2022 | 11:09 WIB

Singgung Kematian, Ruben Onsu Ungkap Tabungan Betrand Peto

Singgung Kematian, Ruben Onsu Ungkap Tabungan Betrand Peto

Sumbar | Kamis, 21 Juli 2022 | 10:59 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB