Pidato Joe Biden Tentang Kondisi Kesehatannya Picu Kebingungan, Dikira Sedang Sakit Kanker

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 21 Juli 2022 | 17:30 WIB
Pidato Joe Biden Tentang Kondisi Kesehatannya Picu Kebingungan, Dikira Sedang Sakit Kanker
Presiden AS Joe Biden berpidato terkait insiden penembakan di SD Texas. (Foto: AFP)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa dirinya menderita kanker ketika sedang berpidato tentang pemanasan global pada Rabu (20/7/2022).

Emisi dari kilang minyak di dekat rumah masa kecilnya di Claymont, Delaware. dinilai menjadi salah satu faktor kankernya.

"Itulah mengapa saya dan banyak orang lain yang tumbuh bersama saya menderita kanker dan mengapa untuk waktu lama Delaware memiliki tingkat kanker tertinggi di negara ini," kata Biden dalam pidatonya, dikutip dari New York Post.

Namun, tak berapa lama kemudian ia meminta kantor pers Gedung Putih untuk mengklarifikasi bahwa kanker yang disinggungnya mengacu pada kondisi kesehatan yang dialaminya sebelum menjabat tahun lalu.

Juru bicara Gedung Putih Andrew Bates mengatakan bahwa sang Presiden pernah menderita kanker kulit non-melanoma sebelum menjabat.

Presiden AS Joe Biden memberikan statemen usai tiba di Israel, Rabu (13/7/2022), ini merupakan kunjungan perdananya ke Timur Tengah usai menjabat. (Foto: AFP)
Presiden AS Joe Biden memberikan statemen usai tiba di Israel, Rabu (13/7/2022), ini merupakan kunjungan perdananya ke Timur Tengah usai menjabat. (Foto: AFP)

Kebingungan muncul karena Biden menggunakan present tense, yang artinya ia sedang menderita di waktu sekarang, bukan dahulu.

"Dia berkata, 'Saya menderita kanker' dalam present tense," kritik XStrategies LLC, Greg Price.

Kanker kulit memang sangat umum, terutama di antara orang lanjut usia (lansia) yang tidak menggunakan tabir surya di masa muda. Namun, kondisi ini umumnya tidak mengancam jiwa.

Sementara itu, dokter sang Presiden, Kevin O'Connor, mengeluarkan laporan kesehatan tahun lalu yang tidak menyebut Biden sedang menderita kanker.

Laporan tersebut juga menjelaskan bahwa kanker kulit yang pernah diderta Biden lebih berkaitan dengan paparan sinar matahari daripada bahan kimia.

"Sudah pasti bahwa Presiden Biden menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari di masa mudanya. Dia pernah menderita kanker kulit non-melanoma lokal yang diangkat melalui operasi Mohs sebelum mulai menjadi presiden," lapor O'Connor

Sang dokter juga mencatat bahwa tidak ada area kulit yang mencurigakan terkait kanker kulit saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Naik 2,5 Persen Usai Biden Minta Arab Saudi Tingkatkan Produksi

Harga Minyak Dunia Naik 2,5 Persen Usai Biden Minta Arab Saudi Tingkatkan Produksi

Bisnis | Senin, 18 Juli 2022 | 08:10 WIB

Presiden Amerika Serikat Joe Biden Bantah Pernyataan Menlu Arab Saudi Terkait Pembunuhan Jurnalis

Presiden Amerika Serikat Joe Biden Bantah Pernyataan Menlu Arab Saudi Terkait Pembunuhan Jurnalis

Sulsel | Minggu, 17 Juli 2022 | 17:54 WIB

Biden Ke Timur Tengah, Iran Resmikan Divisi Khusus Pesawat Tanpa Awak, Salah Satunya Misi Operasi Drone Bunuh Diri

Biden Ke Timur Tengah, Iran Resmikan Divisi Khusus Pesawat Tanpa Awak, Salah Satunya Misi Operasi Drone Bunuh Diri

News | Minggu, 17 Juli 2022 | 11:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB