Air Ketuban Ria Ricis Habis, Apa Gejala dan Dampaknya untuk Bayi di Dalam Perut?

Risna Halidi, Fajar Ramadhan

Selasa, 26 Juli 2022 | 13:41 WIB
Air Ketuban Ria Ricis Habis, Apa Gejala dan Dampaknya untuk Bayi di Dalam Perut?
Ria Ricis (YouTube/Ricis Official)

Suara.com - YouTuber Ria Ricis mengumumkan bahwa dirinya tidak bisa melahirkan secara normal. Pernyataan itu ia sampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Ricis Official. Istri Teuku Ryan itu menambahkan, air ketuban miliknya sudah habis.

"Air ketubannya habis. Jadi, si bayinya nyantel di perut aku. Katanya bayinya udah gak nyaman, udah stres gitu di dalam perut," ucap Ria Ricis dalam video di kanal YouTube-nya, Senin (25/7/2022).

Meski demikian, Ria Ricis mengaku kalau ia sangat ingin melahirkan secara normal. Dirinya bahkan telah berkonsultasi dengan beberapa dokter.

Namun, dari hasil pemerikasaan dokter, mereka tetap menyarankan Ria Ricis untuk melahirkan dengan metode lain.

"Kata dokter, lahirannya ternyata harus tindakan. Dan itu tidak apa-apa," pungkasnya.

Beberapa warganet mengaku khawatir dengan kondisi Ria dan bayi yang ada di dalam perutnya. Namun, bagaimana sebenarnya dampak yang ditimbulkan jika air ketuban habis?

Melansir laman What To Expect, air ketuban yang habis atau rendah biasa dikenal dengan nama oligohidramnion. Diketahui, oligohidramnion sendiri merupakan kondisi kehamilan di mana cairan ketuban menipis saat masa kehamilan.

Gejala
Biasanya kondisi oligohidramnion memiliki berbagai gejala yang ditimbulkan pada ibu hamil, di antaranya:

  • Rahim pada ibu hamil berukuran kecil.
  • Berat badan yang rendah meskipun sedang hamil
  • Detak jantung bayi yang menurun tiba-tiba
  • Penurunan jumlah cairan ketuban
  • Penurunan aktivitas janin
  • Cairan bocor dari vagina

Penyebab
Penyebab kondisi ini biasanya karena tusukan pada kantung ketuban sehingga mengalami kebocoran. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal di antaranya:

baca juga
  • Adanya masalah ginjal atau saluran kemih pada bayi. Hal ini karena cairan ketuban rendah menandakan bayi tidak buang air kecil secara normal.
  • Pertumbuhan janin yang buruk.
  • Terjadinya Solusio Plasenta, yaitu pemisahan plasenta yang memberi bayi nutrisi dan oksigen dari dinding rahim.
  • Tekanan darah tinggi kronis atau diabetes pada ibu.
  • Pengaruh obat-obatan tertentu.
  • Cacat lahir.
  • Ketuban pecah dini.

Apa Efeknya pada Bayi?
Bagi wanita yang mengalami cairan ketuban habis atau rendah saat kehamilan trimester ketiga, maka ini adalah hal yang normal.

Namun ini bisa menjadi risiko jika terjadi pembatasan pertumbuhan intrauterin dan penyempitan tali pusat selama kelahiran. Hal ini sendiri juga lebih memungkinkan ibu hamil menjalani operasi sesar saat melahirkan.

Namun, untuk air ketuban yang habis ketika usia kandungan memasuki trimester pertama dan kedua akan lebih berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan kelahiran prematur, cacat, bahkan keguguran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Air Ketuban Habis, Ria Ricis Sedih Tak Bisa Lahiran Secara Normal

Air Ketuban Habis, Ria Ricis Sedih Tak Bisa Lahiran Secara Normal

Ranah | Selasa, 26 Juli 2022 | 12:48 WIB

7 Potret Ria Ricis Ngepel Jongkok Demi Posisi Bayi, Tahan Rasa Pegal di Pinggan dan Sakit di Betis

7 Potret Ria Ricis Ngepel Jongkok Demi Posisi Bayi, Tahan Rasa Pegal di Pinggan dan Sakit di Betis

Entertainment | Selasa, 26 Juli 2022 | 12:07 WIB

Ungkap Tak Bisa Lahiran Normal, Ria Ricis Mewek: Air Ketubannya Habis!

Ungkap Tak Bisa Lahiran Normal, Ria Ricis Mewek: Air Ketubannya Habis!

Entertainment | Selasa, 26 Juli 2022 | 11:14 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Urusan Label, Ini Pentingnya Sertifikasi Halal Bagi UMK

Bukan Sekadar Urusan Label, Ini Pentingnya Sertifikasi Halal Bagi UMK

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Review My Chef in Crime: Ketika Dapur Menjadi Ruang Forensik Misteri

Review My Chef in Crime: Ketika Dapur Menjadi Ruang Forensik Misteri

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Anggota DPRD Madina Ditikam Usai Reses, Pelaku Ditangkap

Anggota DPRD Madina Ditikam Usai Reses, Pelaku Ditangkap

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:50 WIB

KKP Sebut Nilai Jual Ikan di Lampung Selatan Naik 20 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

KKP Sebut Nilai Jual Ikan di Lampung Selatan Naik 20 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:50 WIB

5 Skin Tint Ringan Sesuai Review Pengguna: Nyaman Dipakai Seharian, Mulai Rp49 Ribuan

5 Skin Tint Ringan Sesuai Review Pengguna: Nyaman Dipakai Seharian, Mulai Rp49 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:35 WIB

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Sepatu Kanky Story Honjo untuk Apa? Ini Fitur dan Kelebihannya

Sepatu Kanky Story Honjo untuk Apa? Ini Fitur dan Kelebihannya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:20 WIB

×