Duh! Long Covid-19 Bisa Bikin Lelaki Disfungsi Ereksi dan Loyo

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Rabu, 27 Juli 2022 | 08:43 WIB
Duh! Long Covid-19 Bisa Bikin Lelaki Disfungsi Ereksi dan Loyo
disfungsi ereksi.

Suara.com - Virus corona tidak hanya menimbulkan gejala saat terinfeksi. Penyakit yang memicu pandemi ini juga meninggalkan efek sisa, atau yang dikenal dengan long Covid-19.

Gejala long Covid-19 yang terkenal termasuk kelelahan, kabut, dan bagi sebagian orang, hilangnya penciuman dan rasa dalam jangka panjang.

Namun, sebuah studi baru menemukan bahwa ada gejala yang lebih luas, termasuk rambut rontok, kehilangan libido, inkontinensia dan disfungsi ereksi pada lelaki- dan beberapa orang lebih rentan daripada yang lain.

Dilansir dari NY Post, para peneliti dari University of Birmingham menganalisis catatan kesehatan sekitar 2,4 juta orang di Inggris, menemukan bahwa mereka yang telah terinfeksi Covid-19 melaporkan 63 gejala lebih sering 12 minggu setelah mereka terinfeksi dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Para peneliti dari studi tersebut – yang diterbitkan di Nature Medicine – membagi gejala yang paling umum menjadi tiga kategori: gejala pernapasan, kesehatan mental dan masalah kognitif.

Gejala umum lainnya termasuk kehilangan penciuman, sesak napas, nyeri dada dan demam, mual dan muntah, demam, inkontinensia usus, disfungsi ereksi, anhedonia (kurang nikmat) dan pembengkakan anggota badan.

Studi ini menunjukkan bahwa kelompok orang tertentu lebih mungkin untuk mengembangkan COVID panjang, yaitu perempuan, orang yang lebih muda, dan mereka yang termasuk dalam kelompok etnis kulit hitam, campuran, atau lainnya.

Para peneliti juga melaporkan orang-orang dari latar belakang sosial ekonomi rendah, perokok dan orang-orang yang kelebihan berat badan, obesitas atau memiliki berbagai kondisi kesehatan dikaitkan dengan gejala COVID yang persisten, juga menemukan bahwa jenis kelamin biologis dan etnis juga tampaknya berperan.

Dr. Shamil Haroon, profesor klinis asosiasi kesehatan masyarakat di University of Birmingham dan penulis senior studi tersebut, mengatakan “penelitian ini memvalidasi apa yang telah dikatakan pasien kepada dokter dan pembuat kebijakan selama pandemi.”

Baca Juga: Hari Ini, 48 Kasus Penambahan Covid-19 Baru di Kaltim, 30 Orang Dinyatakan Sembuh

“Gejala long Covid-19 sangat luas dan tidak dapat sepenuhnya dijelaskan oleh faktor lain seperti gaya hidup, faktor risiko, atau kondisi kesehatan kronis,” tambah Haroon.

“Gejala yang kami identifikasi harus membantu dokter dan pengembang pedoman klinis untuk meningkatkan penilaian pasien dengan efek jangka panjang dari COVID-19, dan untuk selanjutnya mempertimbangkan bagaimana beban gejala ini dapat dikelola dengan baik.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI