Bolehkah Anak Mengonsumsi Minuman Dingin? Ini Jawaban Ahli Gizi

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Kamis, 28 Juli 2022 | 09:43 WIB
Bolehkah Anak Mengonsumsi Minuman Dingin? Ini Jawaban Ahli Gizi
Ilustrasi air dingin (Elements Envato)

Suara.com - Minuman dingin seringkali disalahkan saat seorang anak mengalami batuk dan pilek. Itu sebabnya, banyak orangtua melarang buah hati mereka untuk mengonsumsi minuman dingin. 

Padahal, Ahli Gizi Puskesmas Jagakarsa, Jakarta Selatan, Nuril Farah Dhiya, S.TR.GZ mengungkap, jika orangtua seharusnya tak perlu cemas jika si kecil terbiasa menenggak minuman dingin. 

"Ini bukan kebiasaan buruk kok. Toh, makanan dan minuman yang dingin akan berubah suhunya menyesuaikan dengan suhu dalam tubuh dalam waktu singkat begitu melewati kerongkongan kita," jelasnya dalam siaran pers yang Suara.com terima pada Selasa (26/7/2022).

Bahkan, Nuril mengatakan jika minuman dingin sudah busa dikonsumsi sejak anak berusia 1 tahun ke atas. Saat bayi sudah dikenalkan makan atau minum selain ASI, jika sedang tumbuh gigi, dianjurkan pula menggigit atau mengunyah sesuatu yang dingin seperti buah untuk mengurangi nyerinya.

Air dingin. (ilustrasi/ pexels)
Air dingin. (ilustrasi/ pexels)

Meski boleh-boleh saja, namun orangtua tetap perlu memilih minuman dingin secara cermat. Misalnya, jangan lupa untuk memperhatikan kecukupan air per harinya. 

Sesuai tabel Angka Kecukupan Gizi Tahun 2019, pada anak usia 6-11 bulan sebanyak 900 ml, 1-3 tahun sebanyak 1150 ml, 4-6 tahun sebanyak 1450 ml, dan 7-9 tahun sebanyak 1650 ml. Kecukupan air tersebut sudah termasuk air mineral, kandungan air pada buah atau makanan minuman lainnya.

"Tak perlu terlalu kaku dalam memilihkan minuman kemasan dingin yang baik dikonsumsi untuk anak. Di pasaran cukup banyak produk minuman kemasan selain susu yang dapat dinikmati anak. Tetapi dengan catatan, sebisa mungkin tanpa pemanis buatan atau pewarna berbahaya," pungkasnya.

Salah satunya Pino Es Serut Buah yang memiliki aneka rasa buah-buahan yang menyegarkan. Sehingga dapat membantu membangkitkan mood anak menjadi lebih baik. Selain itu, orangtua dan anak juga dapat berkreasi membuat berbagai menu nikmat seperti smoothie, es campur, ataupun es teler. 

Jika menghadapi anak yang kurang menyukai minum air putih, dapat pula membuat minuman dingin alternatif dalam botol bertutup rapat berupa infused water yaitu air yang diberikan potongan potongan buah, minuman ini bisa dijadikan sebagai solusi masalah tersebut.

Kombinasikan saja beberapa buah-buahan yang disukai anak-anak. Misalnya saja jeruk, apel, kiwi, atau pir. Perpaduan dari dua atau tiga jenis buah-buahan itu menghasilkan rasa yang unik dan enak.

"Supaya makin enak, simpan infused water itu di kulkas agar rasanya lebih menyegarkan, tidak disarankan menyimpan infused water lebih dari 24 jam ya, baiknya konsumsi setelah 2 jam disimpan dalam kulkas, karena semakin lama menyimpan maka kandungan gizi buah akan rusak dan dapat mengakibatkan masalah pencernaan," tutup Nuril.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Brain Freeze, Sakit Kepala Tiba-Tiba Gara-Gara Minuman Dingin

Apa Itu Brain Freeze, Sakit Kepala Tiba-Tiba Gara-Gara Minuman Dingin

Health | Rabu, 27 Juli 2022 | 19:37 WIB

Stunting Bisa Timbulkan Kerugian Ekonomi Negara Sebesar Rp500 Triliun Per Tahun

Stunting Bisa Timbulkan Kerugian Ekonomi Negara Sebesar Rp500 Triliun Per Tahun

Health | Selasa, 26 Juli 2022 | 09:20 WIB

Ibu Wajib Tahu! MPASI Kurang Gizi Bisa Sebabkan Anak Stunting

Ibu Wajib Tahu! MPASI Kurang Gizi Bisa Sebabkan Anak Stunting

Health | Senin, 25 Juli 2022 | 18:10 WIB

Terkini

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB