Ibu Wajib Tahu! MPASI Kurang Gizi Bisa Sebabkan Anak Stunting

Senin, 25 Juli 2022 | 18:10 WIB
Ibu Wajib Tahu! MPASI Kurang Gizi Bisa Sebabkan Anak Stunting
Ilustrasi MPASI.

Suara.com - Stunting masih mengancam anak-anak Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat bahwa 23 persen anak berisiko lahir stunting karena selama di dalam janin kekurangan gizi

Setelah lahir hingga anak berusia 6 bulan dan mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI, apabila gizinya tidak juga tercukupi maka potensi stunting akan semakin berat. Sehingga menyebabkan anak gagal tumbuh yang ditandai dengan badan pendek dan kurang cerdas.

"Makanan pendamping ASI ternyata menjadi salah satu kendala di lapangan, di mana tidak saja berkaitan dengan akses untuk mendapatkan makanan yang bergizi tapi juga terkait dengan jenis, kualitas, dan kuantitas," kata Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI dr. Erna Mulati, M.Sc, CMFM., saat webinar, Senin (25/7/2022).

MPASI ideal diberikan saat bayi berusia 6 bulan. Namun, pantauan risiko stunting harua dilakukan sejak bulan pertama usia bayi. Caranya, kata dokter Erna, orang tua harus rutin memantau pertumbuhan berat badan dan panjang bayi sesuai dengan usianya. 

Ilustrasi MPASI. (Dok: Istimewa)

Berdasarkan data dari 54 negara berkembang tercatat bahwa malnutrisi atau kurang gizi pada anak diawali dengan weight faltering atau pertumbuhan berat badan tidak dengan normal.

"Umumnya terjadi pada usia 3 sampai 4 bulan. Weight faltering adalah tidak meningkatnya berat badan pada anak atau meningkat tapi tidak sesuai dengan standar atau terjadi penurunan berat badan yang sedikit tapi kalau tidak ditangani dengan baik akan menjadi masalah kesehatan," ujarnya.

Dampak panjangnya, stunting juga bisa jadi pemicu penyakit degeneratif saat anak mencapai usia dewasa muda. 

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, dokter Erna menyarankan agar orang tua rutin mengecek pertumbuhan anak di posyandu. Selain itu, memberikan MPASI sesuai kebutuhan anak dengan zat gizi seimbang yang telah terangkum lengkap pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Rekomendasi dari Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes, menu MPASI sederhana untuk bayi kurang dari 9 bulan, misalnya dengan telur cincang. Telur mengandung tinggi protein pada bagian putih. Sementara kuning telur menjadi sumber lemak.

Baca Juga: Nyesek, Wanita Ini Beri dan Siram ASI Terakhir di Atas Makam Mendiang Anak

Proses cincang membantu memberikan tekstur lembut pada telur sehingga mudah dikonsumsi oleh bayi yang baru mengenal makanan tanpa mengganggu saluran pencernaannya yang masih sensitif.

Sedangkan bayi kurang dari 18 bulan bisa diberikan bubur tim halus yang mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi. Bubur juga dapat dikombinasikan dengan ati, ikan, dan berbagai jenis sayuran seperti wortel dan brokoli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI