Cegah Penyebaran Cacar Monyet, WHO Sarankan Pria Batasi Aktivitas Seksual Sesama Jenis

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 28 Juli 2022 | 14:48 WIB
Cegah Penyebaran Cacar Monyet, WHO Sarankan Pria Batasi Aktivitas Seksual Sesama Jenis
Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyarankan pria yang berisiko terkena cacar monyet untuk mengurangi jumlah pasangan seksualnya sementara waktu.

Peringatan itu muncul setelah WHO menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global, karena total kasus melebih 19 ribu di seluruh dunia.

WHO juga mengatakan sebagian besar kasus cacar monyet sekitar 98 persen menyerang kelompok gay, biseksual, dan pria yang berhubungan seks sesama jenis.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus telah memperingatkan mereka yang berisiko terinfeksi cacar monyet harus mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain.

"Langkah ini bisa menjadi pilihan paling aman untuk diri sendiri maupun orang lain, khususnya pria yang suka berhubungan seks sesama jenis," kata Tedros dikutip dari The Sun.

 Ilustrasi Penderita Cacar Monyet - Cara Mencegah Cacar Monyet (Pixabay)
 Ilustrasi Penderita Cacar Monyet - Cara Mencegah Cacar Monyet (Pixabay)

Karena itu, WHO menyarankan pria dalam kelompok rentan ini mengurangi aktivitas seksualnya.

Peringatan terbaru WHO bertentangan dengan peringatan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), yang hanya menyarankan untuk menghindari kontak kulit ke kulit dengan orang-orang yang memiliki ruam, yang mana itu bisa jadi gejala cacar monyet.

Dr Hans Henri P. Kluge, Direktur Regional WHO untuk Eropa, telah memperingatkan bahwa vaksin saja tidak cukup untuk mengakhiri virus cacar monyet.

"Meskipun vaksinasi mungkin tersedia untuk beberapa orang dengan risiko paparan yang lebih tinggi, tapi itu tidak cukup kuat," kata Dr Kluge.

Secara umum, penderita cacar monyet biasanya mengalami demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, dan nyeri otot.

Gejalanya diikuti dengan ruam yang dimulai di wajah atau mulut mereka dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, terutama tangan dan kaki.

Pada beberapa kasus belakangan ini, pasien pertama kali mengalami ruam di mulut atau di sekitar alat kelamin atau anus.

Kadang-kadang, gejala seperti flu berkembang setelah ruam, tetapi ada pula yang tidak mengalami gejala ini sama sekali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Lab Disiapkan Buat Periksa Virus Cacar Monyet

2 Lab Disiapkan Buat Periksa Virus Cacar Monyet

| Kamis, 28 Juli 2022 | 12:14 WIB

WHO Minta Kaum Homoseksual Batasi Pasangan Seks

WHO Minta Kaum Homoseksual Batasi Pasangan Seks

| Kamis, 28 Juli 2022 | 11:11 WIB

Dinyatakan sebagai Darurat Kesehatan, WHO Catat Lebih dari 18 Ribu Kasus Cacar Monyet Secara Global

Dinyatakan sebagai Darurat Kesehatan, WHO Catat Lebih dari 18 Ribu Kasus Cacar Monyet Secara Global

Kalbar | Kamis, 28 Juli 2022 | 12:55 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB