Mengenal Kondisi Bayi Kembar Siam, Penyebab, Serta Apakah Bisa Dipisahkan?

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Selasa, 02 Agustus 2022 | 15:30 WIB
Mengenal Kondisi Bayi Kembar Siam, Penyebab, Serta Apakah Bisa Dipisahkan?
Ilustrasi bayi kembar identik (Pixabay/3194556)

Suara.com - Memiliki bayi kembar banyak menjadi impian para orang tua. Hal ini karena memiliki bayi kembar akan terbilang lucu dan menggemaskan.

Meskipun demikian, hamil bayi kembar juga memiliki risiko. Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, bayi dalam kandungan tersebut bisa tumbuh menyatu. Kasus ini sendiri sering dikenal dengan nama kembar siam.

Lalu apa itu sebenarnya kembar siam?

Melansir laman WebMD, kembar siam merupakan situasi langka yang terjadi selama kehamilan, persalinan, dan bayi lahir. Hal ini menyebabkan kedua bayi tersebut memiliki fisik yang terikat satu sama lain.

Diketahui, kembar siam sendiri merupakan monozigot. Artinya awalnya mereka merupakan satu sel telur yang dibuahi lalu membelah diri menjadi dua embrio. Biasanya kondisi ini juga yang menyebabkan bayi menjadi kembar identik.

Penyebab kembar siam

Namun, pada beberapa kasus yang jarang, terjadi kelainan pada proses pembelahan tersebut sehingga pemisahan embrio tidak lengkap. Hal tersebut yang menyebabkan kedua bayi tersebut memiliki fisik yang masih menyatu.

Hingga saat ini sendiri belum pasti diketahui bagaimana proses kelainan tersebut dapat terjadi. Dokter sendiri memperkirakan kondisi ini terjadi 1 dari 200.000 kelahiran. Sementara itu, bayi kembar siam biasanya mengalami keguguran atau meninggal saat lahir.

Bagian fisik yang menyatu pada bayi kembar siam ini sendiri berbeda-beda mulai dari kepala, dada, punggung belakang, kepala samping, dan lain-lain. kondisi ini sendiri biasanya dilakukan pembedahan untuk memisahkan kedua bayi tersebut.

Apakah bayi kembar siam bisa dipisahkan?

Namun, tidak semua bayi kembar siam dapat dipisahkan begitu saja. Hal ini karena pada beberapa bayi kembar siam memiliki organ vital yang sama, seperti jantung. Selain itu, operasi pemisahan sendiri juga biasanya dilakukan setelah tiga bulan hingga satu tahun setelah bayi lahir. Kondisi ini juga kembali menunggu waktu bayi sudah cukup kuat melakukan operasi.

Meskipun demikian, terdapat juga beberapa kasus pemisahan darurat yang dilakukan oleh dokter. Pemisahan ini sendiri biasanya terjadi jika salah satu bayi meninggal atau membutuhkan penanganan medis yang mengancam jiwa. Hal ini sendiri juga dilakukan demi menyelamatkan kembarannya.

Tidak hanya itu, pada beberapa kasus juga bayi kembar siam tidak memerlukan proses pemisahan dan tumbuh dewasa bersama. Namun, biasanya kondisi ini membutuhkan penyesuaian baik dari cara merawat orang tua hingga bagaimana nanti keduanya tumbuh dewasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal 8 Jenis Bayi Kembar Siam dan Ciri-cirinya yang Jarang Diketahui

Mengenal 8 Jenis Bayi Kembar Siam dan Ciri-cirinya yang Jarang Diketahui

Health | Selasa, 02 Agustus 2022 | 14:56 WIB

5 Fakta Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Dengan Otak Menyatu, Bagaimana Kondisinya Kini?

5 Fakta Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Dengan Otak Menyatu, Bagaimana Kondisinya Kini?

Health | Selasa, 02 Agustus 2022 | 14:29 WIB

Gegara Istri Melahirkan Bayi Kembar 5 Kali, Suami Wanita Ini Kabur dari Rumah

Gegara Istri Melahirkan Bayi Kembar 5 Kali, Suami Wanita Ini Kabur dari Rumah

Health | Jum'at, 22 Juli 2022 | 14:33 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB