Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:19 WIB
Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok
Harga minyak dunia (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Konflik militer AS dan Iran yang intensif memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga di atas 85 dolar.

  • Pasar saham Asia bergolak dengan anjloknya indeks Nikkei 225 Jepang lebih dari 3 persen akibat sentimen perang.

  • DPR AS meloloskan anggaran pertahanan 95 miliar dolar untuk membiayai operasional perang dan subsidi pertanian.

Suara.com - Harga minyak dunia kembali meroket tajam setelah aksi perang saling serang antara militer Amerika Serikat dan Iran terus memanas sepanjang malam. Konfrontasi bersenjata di Timur Tengah ini langsung memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Kontrak berjangka Brent kini menembus angka di atas 85 dolar AS per barel setelah mengalami kenaikan lebih dari 1 persen. Tren serupa juga dialami oleh minyak mentah AS yang merangkak naik hingga mendekati 80 dolar AS per barel.

Peningkatan ini membalikkan seluruh tren kerugian transaksi yang sempat terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya. Sepanjang pekan ini, kedua patokan pasar minyak internasional tersebut telah melesat hampir 12 persen.

Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels].
Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels].

Catatan ini menempatkan Brent dalam jalur pertumbuhan mingguan ketiga berturut-turut di pasar global. Dikutip dari Al Jazeera Jumat pagi, WTI juga sukses mempertahankan tren positifnya untuk kenaikan mingguan kedua secara beruntun.

Eskalasi geopolitik ini tidak hanya mengguncang sektor energi, tetapi juga memukul sektor finansial di kawasan Asia. Beberapa bursa saham di Asia langsung terjerembab ke zona merah pada pembukaan perdagangan Jumat pagi.

Indeks acuan Nikkei 225 di Jepang menjadi salah satu yang paling terdampak dengan koreksi tajam. Indeks saham terkemuka di negeri sakura tersebut dilaporkan anjlok hingga lebih dari 3 persen.

Menanggapi ketegangan yang meningkat, kubu Republik di Komite Anggaran DPR Amerika Serikat mengambil langkah taktis. Mereka resmi meloloskan paket anggaran belanja jumbo senilai 95 micron dolar AS untuk mendanai kebutuhan operasional terkait perang.

Paket pendanaan fantastis ini secara spesifik mengalokasikan dana sebesar 60 miliar dolar AS untuk sektor pertahanan negara. Selain itu, otoritas Amerika Serikat juga menyiapkan 13 miliar dolar AS khusus untuk memperkuat sektor intelijen.

Sektor domestik tidak luput dari alokasi dana darurat tersebut dengan menyisipkan anggaran 12 miliar dolar AS untuk bidang pertanian. Langkah mitigasi ini diambil demi menyelamatkan ketahanan pangan dalam negeri akibat pembengkakan biaya operasional.

baca juga

Para pelaku sektor pertanian di Amerika Serikat kini memang tengah menghadapi lonjakan hebat biaya bahan bakar. Tekanan ekonomi tersebut semakin diperparah oleh melambungnya harga pupuk global akibat rantai pasok yang terganggu perang.

Anggota parlemen dari Partai Republik menegaskan bahwa dana pertahanan ini akan difokuskan untuk membiayai operasi militer. Uang tersebut juga akan dipakai untuk mengisi kembali komoditas senjata AS yang terkuras akibat pertempuran.

Sebagian dana lainnya bakal dialokasikan langsung demi mendongkrak kesiapan tempur seluruh elemen militer Amerika Serikat. Keputusan ini diambil di tengah perdebatan politik yang sengit di dalam internal parlemen.

"Kita tidak akan mendapatkan bantuan apa pun dari rekan-rekan Demokrat kami untuk melakukan apa yang saya yakini sebagai ... hal-hal kritis," ujar Ketua Komite Anggaran Jodey Arrington, seorang politisi Republik asal Texas.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Arrington di hadapan anggota panel sesaat sebelum mereka melakukan pemungutan suara. Paket anggaran militer ini akhirnya resmi dikirim ke DPR yang dikuasai penuh oleh Partai Republik untuk mendapatkan persetujuan akhir.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung lama dan kerap kali melibatkan benturan kepentingan di kawasan Timur Tengah. Namun, serangan balasan yang terjadi berturut-turut dalam beberapa hari terakhir telah membawa konflik ini ke tingkat yang jauh lebih berbahaya.

Ketidakpastian geopolitik di wilayah penghasil minyak utama dunia ini selalu menjadi pemicu utama fluktuasi harga energi global. Pasar saat ini terus mengantisipasi dampak jangka panjang dari perang ini terhadap jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:06 WIB

Pagi-pagi Iran Kirim Rudal 'Kiamat' ke Kuwait dan Bahrain, Balas Dendam Serangan AS Semalam

Pagi-pagi Iran Kirim Rudal 'Kiamat' ke Kuwait dan Bahrain, Balas Dendam Serangan AS Semalam

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:07 WIB

As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang

As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Kecelakaan atau Bunuh Diri? Polisi Usut Kematian Siswi SMA Tertabrak KRL di Jurangmangu

Kecelakaan atau Bunuh Diri? Polisi Usut Kematian Siswi SMA Tertabrak KRL di Jurangmangu

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Belum Serahkan Memori Banding

Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Belum Serahkan Memori Banding

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Trailer Utama Film Made in Abyss Part 1 Ungkap Lagu Tema dan Karakter Baru

Trailer Utama Film Made in Abyss Part 1 Ungkap Lagu Tema dan Karakter Baru

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:37 WIB

Ojol Bakal Jadi UMKM, Maman Bantah Isu Pengemudi Bakal Kena Pajak

Ojol Bakal Jadi UMKM, Maman Bantah Isu Pengemudi Bakal Kena Pajak

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:34 WIB

Wisata Religi di Tengah Jakarta, Menelusuri Jejak Integritas Guan Gong di Kelenteng Tian Fu Gong

Wisata Religi di Tengah Jakarta, Menelusuri Jejak Integritas Guan Gong di Kelenteng Tian Fu Gong

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Selamatkan Nasib PPPK, Mendagri Tito Guyur Rp18,9 Triliun Agar Tak Ada yang Nganggur

Selamatkan Nasib PPPK, Mendagri Tito Guyur Rp18,9 Triliun Agar Tak Ada yang Nganggur

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Pemerintah Mau Pungut Pajak Pemilik Rumah Kontrakan? Ini Kata DJP

Pemerintah Mau Pungut Pajak Pemilik Rumah Kontrakan? Ini Kata DJP

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Viral Kurir SPX Express Kembalikan Uang Rp92 Juta, Ini Sosok di Balik Itikad Jujurnya

Viral Kurir SPX Express Kembalikan Uang Rp92 Juta, Ini Sosok di Balik Itikad Jujurnya

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Jelang HUT RI ke-81, Penjualan Baju Adat Anjlok 50 Persen: Agustusan Kalah Ramai dari Kartini

Jelang HUT RI ke-81, Penjualan Baju Adat Anjlok 50 Persen: Agustusan Kalah Ramai dari Kartini

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini

Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:25 WIB

×