Bayi Meninggal saat Persalinan di RSUD Jombang karena Distosia Bahu, Kenali Faktor Pemicunya

Kamis, 04 Agustus 2022 | 13:43 WIB
Bayi Meninggal saat Persalinan di RSUD Jombang karena Distosia Bahu, Kenali Faktor Pemicunya
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Aditya Romansa)

Suara.com - Kasus bayi meninggal selama proses persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang Jawa Timur menjadi perhatian publik.

Hal tersebut lantaran pihak rumah sakit mengabaikan permintaan operasi caesar pasien yang menyebabkan bayi meninggal karena distosia bahu.

Bahkan, dokter harus melakukan tindakan pemisahan organ tubuh bayi untuk menyelamatkan ibu bayi. Ironisnya, sang ibu sudah berhasil mengeluarkan kepala bayi, tetapi proses bersalin terhenti karena bahu bayi tersangkut di jalan lahir.

Distosia bahu merupakan cedera lahir yang terjadi ketika salah satu atau kedua bahu bayi tersangkut di dalam panggul ibu selama persalinan.

Distosia bahu ini bisa terjadi pada wanita mana saja. Namun dilansir dari March of Dimes, ada beberapa hal yang mungkin membuat Anda berisiko mengalami distosia bahu.

RSUD Jombang, Jawa Timur. [Suara.com/Zen Arivin]
RSUD Jombang, Jawa Timur. [Suara.com/Zen Arivin]

Meski begitu, faktor risiko ini juga bukan berarti akan membuat Anda mengalami distosia bahu. Berikut ini faktor risiko distosia bahu.

1. Makrosomia

Makrosomia adalah kondisi ketika bayi Anda memiliki berat badan 3,6 kg saat lahir. Jika berat badan bayi Anda sebesar ini, Anda mungkin membutuhkan operasi caesar.

Namun, sebagian besar bayi dengan makrosomia yang lahir pervaginam (melalui vagina) tidak mengalami distosia bahu. Dalam kebanyakan kasus distosia bahu, berat badan bayi justru normal.

Baca Juga: Fakta-fakta Temuan Pasien Suspek Cacar Monyet di Jawa Tengah

2. Diabetes gestasional

Diabetes adalah kondisi medis di mana tubuh Anda memiliki terlalu banyak gula dalam darah Anda. Hal ini dapat merusak organ dalam tubuh Anda, termasuk pembuluh darah, saraf, mata dan ginjal.

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang dialami beberapa wanita selama kehamilan. Diabetes adalah faktor risiko untuk memiliki bayi besar.

3. Riwayat distosia bahu

Wanita yang pernah mengalami distosia bahu pada kehamilan sebelumnya akan lebih berisiko mengalaminya lagi.

4. Hamil kembar

Wanita yang sedang hamil kembar 3 kali lebih berisiko mengalami distosia bahu.

5. Kelebihan berat badan

Orang yang kelebihan berat badan juga akan lebih berisiko mengalami distosia bahu. Selain itu, ada beberapa proses persalinan yang juga bisa memicu distosia bahu, seperti:

  1. Mendapatkan obat oksitosin untuk menginduksi persalinan
  2. Mendapatkan epidural untuk membantu mengatasi rasa sakit selama persalinan
  3. Persalinan pervaginam dengan alat bantu, seperti forsep,

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI