WHO: 98 Persen Kasus Cacar Monyet Menyerang Pria Gay

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:09 WIB
WHO: 98 Persen Kasus Cacar Monyet Menyerang Pria Gay
cacar monyet (freepik)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia telah menyuarakan tingkat siaga tertinggi terkait wabah cacar monyet yang sedang berkembang. WHO pun menyebut cacar monyet ini sebagai darurat kesehatan global.

Artinya, sekarang WHO memandang wabah cacar monyet itu sebagai ancaman yang cukup signifikan bagi kesehatan global. Sehingga respons internasional yang terkoordinasi diperlukan untuk mencegah virus menyebar lebih jauh dan berpotensi menjadi pandemi.

Meskipun deklarasi ini tidak memaksakan setiap negara menerapkan aturan yang ketat untuk mencegah penyebaran cacar monyet, tetapi ini bisa menjadi peringatan.

WHO hanya mampu mengeluarkan pedoman dan rekomendasi mencegah penularan cacar monyet kepada publik, bukan mandat.

Di samping itu, semua negara diwajibkan untuk melaporkan setiap kasus cacar monyet yang menimbulkan ancaman kesehatan secara global.

Sebelumnya dilansir dari CNBC, badan PBB menolak untuk menyatakan wabah cacar monyet sebagai keadaan darurat global.

Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)
Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)

Namun, infeksi cacar monyet ini telah meningkat secara substansial selama beberapa minggu terakhir. Sehingga, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengeluarkan peringatan siaga tertinggi tersebut.

Sebelum pengumuman wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global, komite darurat WHO bertemu untuk mempertimbangkan bukti dan membuat rekomendasi terkait cara mencegah penularannya.

"Wabah cacar monyet ini sudah menyebar ke seluruh dunia dengan cepat, melalui mode penularan baru. Karena itu, kami memutuskan wabah cacar monyet sebagai keadaan darurat kesehatan global," ujar Tedros, selaku kepala WHO.

Lebih dari 16.000 kasus cacar monyet telah dilaporkan di lebih dari 70 negara sepanjang tahun 2022.

Jumlah infeksi cacar monyet pun naik 77 persen dari akhir Juni hingga awal Juli 2022. Pria yang berhubungan seks dengan pria atau lelaki gay pun paling berisiko tinggi terkena infeksi cacar monyet.

Pakar utama WHO tentang monkeypox, Dr. Rosamund Lewis, mengatakan 99 persen kasus yang dilaporkan di luar Afrika terjadi di antara pria dan 98 persen infeksi cacar monyet terjadi di antara pria yang berhubungan seks dengan pria, terutama mereka yang memiliki banyak pasangan.

Meski begitu, WHO dan CDC telah menekankan bahwa siapa pun dapat terkena cacar monyet terlepas dari orientasi seksualnya. Walaupun penularannya juga masih rendah.

WHO dan CDC telah berulang kali memperingatkan agar tidak menstigmatisasi pria gay dan biseksual terkait penyakit cacar monyet ini.

Sementara pada waktu yang sama, mereka menekankan pentingnya mengkomunikasikan kenyataannya kepada kelompok berisiko agar bisa mengambil tindakan pencegahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Infeksi Cacar Monyet pada Anak Bisa Lebih Parah, Ini Lho Risikonya!

Infeksi Cacar Monyet pada Anak Bisa Lebih Parah, Ini Lho Risikonya!

Health | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 08:39 WIB

India Laporkan Kematian Terkait Cacar Monyet, Jadi yang Pertama di Asia

India Laporkan Kematian Terkait Cacar Monyet, Jadi yang Pertama di Asia

Health | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 07:07 WIB

Suspek Cacar Monyet di Jateng Dites PCR, Bagaimana Cara Pemeriksaannya?

Suspek Cacar Monyet di Jateng Dites PCR, Bagaimana Cara Pemeriksaannya?

Health | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB