Alert! IDI Sebut Tingkat Kematian Cacar Monyet Bisa Hingga 16 Persen

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 16:31 WIB
Alert! IDI Sebut Tingkat Kematian Cacar Monyet Bisa Hingga 16 Persen
perbedaan gejala cacar monyet dan cacar air (freepik)

Suara.com - Sejak Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global, banyak negara yang mulai meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyakit menular tersebut. Terlebih penyakit ini kini tengah menyebar ke lebih 70 negara di dunia.

Hingga kini Kementerian Kesehatan memang menyebut belum ada kasus konfirmasi monkeypox atau cacar monyet di Indonesia. Tapi, Ketua Satgas Monkeypox PB IDI dr Hanny Nilasari, SpKK, tetap meminta masyarakat waspada.

Terlebih, cacar monyet juga bisa berujung pada kematian. Dalam media interview, Jumat, (5/8/2022), dr Hanny menyebut bahwa tingkat kematian akibat cacar monyet yakni 0-16 persen.

Dalam pernyatannya dr Hanny mengutip sebuah jurnal epidemologi tentang cacar monyet yang diterbitkan pada tahun 2017. Ia menyebut bahwa komplikasi paling sering yang berujung kematian mulai dari Bronkopneumonia, infeksi di otak hingga sepsis atau kondisi ketika virus tersebut telah menjalar ke seluruh tubuh.

Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)
Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)

"Jadi tergantung komplikasi ada di mana. Kalau komplikasi ada di otak atau terjadi sepsis tentu angka kematian akan lebih tinggi," kata Hanny.

Sebagai informasi, tidak seperti COVID-19, penularan virus monkeypox melalui sentuhan fisik dengan penderita. Virus ditularkan melalui cairan yang melepuh dari ruam atau bercak merah dari penderita.

Gejala awal dimulai dari demam dan merasa kurang sehat. Tapi baru diduga kuat sebagai penyakit monkeypox setelah ada bercak merah.

Bercak tersebut harus cepat diambil cairannya untuk pemeriksaan lab dan diagnosa. Biasanya penyakit ini bisa sembuh dalam waktu 2 minggu sampai 4 minggu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga telah melakukan Menkes, antisipasi melalui surveilans yang bagus dan pemeriksaan Lab yang maksimal. Sudah ada 1.100 Lab di Indonesia yang bisa digunakan untuk pemeriksaa monkeypox.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Ini Dinyatakan Negatif dari Cacar Monyet, Ini Tanggapan Kemenkes

Pasien Ini Dinyatakan Negatif dari Cacar Monyet, Ini Tanggapan Kemenkes

Poptren | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Selain Ruam, Cacar Monyet Bisa Sebabkan Pseudo-Pustula yang Mirip Bisul

Selain Ruam, Cacar Monyet Bisa Sebabkan Pseudo-Pustula yang Mirip Bisul

Health | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 16:00 WIB

Selain Cacar Monyet, Ini 7 Penyakit yang Berisiko Menyerang Lelaki Gay!

Selain Cacar Monyet, Ini 7 Penyakit yang Berisiko Menyerang Lelaki Gay!

Health | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 15:12 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB