IDI Ungkap Sebab Cacar Monyet Banyak Ditemukan di Kelompok Gay

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:42 WIB
IDI Ungkap Sebab Cacar Monyet Banyak Ditemukan di Kelompok Gay
 Ilustrasi Penderita Cacar Monyet - Cara Mencegah Cacar Monyet (Pixabay)

Suara.com - Masyarkat di seluruh dunia belakangan tengah khawatir dengan penyebaran cacar monyet yang telah ditemukan di lebih 70 negara. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia telah menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Dalam sebuah pernyatannya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sempat menyebut bahwa kelompok gay atau homoseksual menjadi salah satu yang rentan terinfeksi cacar monyet. Lantas mengapa demikian.

Dalam media interview, Jumat, (5/9/2022), Ketua Satgas Monkeypox PB IDI, dr Hanny Nilasari, SpKK mengungkapkan bahwa menurut sebuah studi cacar monyet memang banyak ditemukan pada kelompok gay atau lelaki seks dengan lelaki (LSL).

Ilustrasi Cacar Monyet (Pixabay/geralt)
Ilustrasi Cacar Monyet (Pixabay/geralt)

Meski demikian, Hanny menegaskan bahwa cacar monyet secara teori bukanlah infeksi menular seksual. Ia mengatakan bahwa cacar monyet merupakan penyakit yang ditularkan melalui kontak dekat atau kulit ke kulit yang intens.

"Tapi karena kontak yang intens antara kulit dengan kulit ataupun antara mukosa dengan mukosa, sehingga komunitas ini atau kelompok ini banyak mengalami kondisi infeksi monkeypox," kata dia (5/8/2022).

"Kalau terkait dengan risiko lebih tinggi tentunya, iya. Karena kontak intens antara mukosa dengan mukosa pada kelompok ini lebih tinggi," ujar dia menambahkan.

Lebih dari 16.000 kasus cacar monyet telah dilaporkan di lebih dari 70 negara sepanjang tahun 2022.

Jumlah infeksi cacar monyet pun naik 77 persen dari akhir Juni hingga awal Juli 2022. Pria yang berhubungan seks dengan pria atau lelaki gay pun paling berisiko tinggi terkena infeksi cacar monyet.

Pakar utama WHO tentang monkeypox, Dr. Rosamund Lewis, mengatakan 99 persen kasus yang dilaporkan di luar Afrika terjadi di antara pria dan 98 persen infeksi cacar monyet terjadi di antara pria yang berhubungan seks dengan pria, terutama mereka yang memiliki banyak pasangan.

baca juga

Meski begitu, WHO dan CDC telah menekankan bahwa siapa pun dapat terkena cacar monyet terlepas dari orientasi seksualnya. Walaupun penularannya juga masih rendah.

WHO dan CDC telah berulang kali memperingatkan agar tidak menstigmatisasi pria gay dan biseksual terkait penyakit cacar monyet ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alert! IDI Sebut Tingkat Kematian Cacar Monyet Bisa Hingga 16 Persen

Alert! IDI Sebut Tingkat Kematian Cacar Monyet Bisa Hingga 16 Persen

Health | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 16:31 WIB

Pasien Ini Dinyatakan Negatif dari Cacar Monyet, Ini Tanggapan Kemenkes

Pasien Ini Dinyatakan Negatif dari Cacar Monyet, Ini Tanggapan Kemenkes

Poptren | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Selain Ruam, Cacar Monyet Bisa Sebabkan Pseudo-Pustula yang Mirip Bisul

Selain Ruam, Cacar Monyet Bisa Sebabkan Pseudo-Pustula yang Mirip Bisul

Health | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 16:00 WIB

Terkini

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:32 WIB

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Sumut | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:18 WIB

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:17 WIB

PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026

PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026

Sport | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?

Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:05 WIB

×