Keracunan Makanan, Ini 4 Hal yang Harus Dilakukan

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:21 WIB
Keracunan Makanan, Ini 4 Hal yang Harus Dilakukan
Ilustrasi keracunan makanan. (Shutterstock)

Suara.com - Kerang yang berkualitas buruk, daging ayam setengah matang, atau salad yang tidak dicuci bersih, sangat mungkin membuat Anda keracunan makanan.

Ahli gastroenterologi Christine Lee, MD, mengatakan bahwa keracunan makanan umumnya terjadi dalam beberapa jam setelah makan makanan yang terkontaminasi. Tingkat keparahan dan berapa lama itu akan berlangsung, sebagian besar ditentukan oleh jenis kuman apa yang Anda telan, seberapa banyak Anda terpapar, dan seberapa kuat sistem kekebalan Anda untuk melawannya.

Sebagian besar waktu, keracunan makanan akan berlalu dalam waktu 12 jam hingga 48 jam pada orang sehat. Itulah waktu yang dibutuhkan tubuh yang sehat untuk membersihkan sebagian besar infeksi yang dibawa oleh makanan.

Dilansir dari Cleveland Clinic, gejala keracunan makanan yang paling umum meliputi:

  • Diare.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut dan kram.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Kelemahan.

Apa yang menyebabkan keracunan makanan? Dr. Lee mengatakan ada lebih dari 250 jenis kuman penyebab penyakit — bakteri, virus, dan parasit — yang dapat masuk ke makanan Anda dan membuat Anda sakit. Racun dan bahan kimia berbahaya juga menyebabkan penyakit bawaan makanan.

“Dan itu tidak selalu berasal dari makanan busuk atau basi. Itu bisa berasal dari makanan yang sangat baik yang tidak ditangani dengan benar atau dimasak dengan buruk,” katanya lagi.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika Anda keracunan makanan? Simak penjelasannya di bawah ini:

1. Banyak Minum
Saat Anda mengalami keracunan makanan, menghindari dehidrasi adalah hal paling utama yang harus dilakukan. Terlebih jika Anda mengalami muntah atau diare.

“Dan bukan hanya air putih, tapi juga bisa berupa cairan isotonik seperti larutan garam, atau jus," kata dr. Ale.

2. Tetap Makan
Jika Anda masih bisa makan, cobalah makan makanan kecil dan hambar untuk menenangkan perut Anda. Dr. Lee merekomendasikan di antaranya pisang, nasi, atau roti tawar panggang.

Sebaiknya hindari makanan yang sulit dicerna oleh saluran pencernaan, seperti makanan berminyak, gorengan, atau pedas.

3. Pertimbangkan Obat
Bismut subsalisilat (alias Pepto Bismol®) umumnya baik untuk dikonsumsi oleh orang yang mengalami keracunan makanan. Ini memiliki efek menenangkan dan anti-inflamasi. Namun dr. Lee mengingatkan bahwa kemungkinan besar tinja Anda akan menjadi hitam karena bahan kimia tertentu yang dikandungnya. Tapi ini normal, kok.

Untuk obat diare, dr. Lee menyarankan Anda tidak perlu minum obat. Biarkan saja diare terjadi, dan jangan mencoba untuk menghentikannya, karena ini merupakan proses di mana tubuh tengah mengeluarkan racun dari dalam organ Anda.

4. Ke Dokter
“Jika mual Anda sangat parah sehingga Anda terus-menerus muntah, Anda perlu mencari bantuan medis,” Dr. Lee menekankan.

Anda juga harus menemui dokter jika Anda:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Menghindari Seafood Beracun

Cara Menghindari Seafood Beracun

| Minggu, 07 Agustus 2022 | 11:58 WIB

2 Dampak Membahayakan Menelan Air Kolam, Jangan Diremehkan!

2 Dampak Membahayakan Menelan Air Kolam, Jangan Diremehkan!

Your Say | Kamis, 28 Juli 2022 | 19:53 WIB

3 Minuman atau Makanan yang Harus Kamu Hindari Setelah Keracunan Makanan

3 Minuman atau Makanan yang Harus Kamu Hindari Setelah Keracunan Makanan

Your Say | Selasa, 12 Juli 2022 | 18:40 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB