Wanita Ini Nyaris Meninggal Akibat Lutut Menekan Dada Saat Berhubungan Seks, Kok Bisa?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Selasa, 09 Agustus 2022 | 09:45 WIB
Wanita Ini Nyaris Meninggal Akibat Lutut Menekan Dada Saat Berhubungan Seks, Kok Bisa?
Ilustrasi orgasme. [Shutterstock]

Suara.com - Beberapa orang senang mengeksplor berbagai gaya saat berhubungan seks dengan pasangannya. Meski menyenangkan, tetapi jangan sampai mengabaikan keselamatan.

Seperti yang terjadi pada seorang wanita berusia 45 tahun dari Mississipi, AS, nyaris meninggal dunia saat berhubungan seks akibat salah posisi.

Sang wanita menceritakan lututnya menekan dada selama orgasme. Lalu, ia mendengar bunyi "pop" di area dada dan langsung merasa sakit, yang menjalar ke punggungnya.

Para dokter bagian UGD di sebuah rumah sakit Merit Health Wesley, Mississipi, mengatakan bahwa wanita tersebut merasa sangat kesakitan saat tiba di rumah sakit, lapor Insider.

Mereka menemukan bahwa sang wanita menderita sindrom aorta akut (AAS) atau diseksi aorta, suatu kondisi di mana arteri besar robek, membuat darah mengalir ke robekan dan membentuk bendungan darah.

Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock)
Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock)

Aorta merupakan pembuluh darah besar berdinding tebal yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, menurut Alodokter

Para dokter menuliskan insiden ini sebagai kasus langka di American Journal of Case Reports edisi Juli. Menurut mereka, ini adalah pertama kalinya diseksi aorta terjadi setelah berhubungan seks.

Rasa sakitnya sangat parah

Sang wanita mengeluhkan rasa sakit yang bergitu parah, menggambarkannya seperti ada yang menikam dadanya.

Dia juga mengalami mual dan kesulitan bernapas, sehingga ia memutuskan untuk memeriksakannya.

Dokter memberinya morfin dan fentanil untuk mengurangi rasa sakitnya. Hasil pengujian menunjukkan sisi kiri jantungnya tidak berfungsi dengan baik.

Melalui tes lain, dokter menemukan adanya gumpalan darah di jantung wanita itu. Bila tidak segera diobati, akan menyebabkan kondisi fatal.

Dokter menggunakan obat tekanan darah

Ternyata sang wanita juga mengidap penyakit komorbid, yakni tekanan darah tinggi. Ia juga seorang perokok yang menghabiskan enam hingga tujuh batang tiap hari, yang meningkatkan risiko diseksi aorta.

Dokter memberinya obat tekanan darah hydralazine dan infus yang berisi dua obat untuk mengontrol detak jantungnya.

Dua belas jam setelah dia tiba di rumah sakit, detak jantung wanita itu mulai stabil, turun dari 98 menjadi 86 detak per menit. Sang wanita dirawat selama tiga hari di rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita 50 Tahun ke Atas Perlu Rutin Berhubungan Seks sampai Orgasme, Ini Manfaatnya

Wanita 50 Tahun ke Atas Perlu Rutin Berhubungan Seks sampai Orgasme, Ini Manfaatnya

Health | Senin, 08 Agustus 2022 | 21:30 WIB

Jangan Panik ketika Sakit Kepala selama Orgasme, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan

Jangan Panik ketika Sakit Kepala selama Orgasme, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan

Health | Senin, 08 Agustus 2022 | 20:30 WIB

Orgasme Terlalu Hebat, Nyaris Mati Usai Aorta Pecah

Orgasme Terlalu Hebat, Nyaris Mati Usai Aorta Pecah

| Jum'at, 05 Agustus 2022 | 18:30 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB