Gara-Gara Rutin Konsumsi Minuman Berenergi, Pria Ini Idap Penyakit Jantung di Usia Muda

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 11 Agustus 2022 | 18:53 WIB
Gara-Gara Rutin Konsumsi Minuman Berenergi, Pria Ini Idap Penyakit Jantung di Usia Muda
Penyakit jantung akibat minuman berenergi (TikTok)

Suara.com - Minuman berenergi memang dapat membuat kita semangat, tetapi para ahli telah menyarankan untuk berpikir dua kali sebelum meminumnya karena produk tersebut dapat memengaruhi kesehatan jantung.

Juru bicara Heart Foundation, Hannah Drake, menjelaskan ketika menanggapi sebuah video viral di TikTok dari seseorang yang mengklaim dirinya menderita penyakit jantung akibat minum minuman berenergi setiap hari.

"Banyak orang ingin tahu, apakah ini nyata? Bisakah itu benar-benar terjadi? Aku benci menjadi pembawa berita buruk, tapi ya (benar)," kata Drake, dikutip dari New York Post.

Drake menambahkan bahwa konsumsi minuman berenergi telah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, detak jantung tidak teratur dan stroke.

"Contoh spesifiknya adalah fibrilasi atrium yang merupakan jenis aritmia. Itu dapat menyebabkan pembekuan darah dan meningkatkan risiko stroke serta gagal jantung," tambahnya.

Penyakit jantung akibat minuman berenergi (TikTok)
Penyakit jantung akibat minuman berenergi (TikTok)

Menurut Drake, kandungan minuman berenergi sebagian besar dianggap sebagai suplemen makanan, yang artinya bahan-bahannya tidak disaring terlebih dahulu oleh BPOM AS (FDA).

FDA telah membatasi kandungan kafein dalam minuman, yakni maksimal 400 miligram per porsi. Tetapi sulit untuk mengetahui secara pasti berapa banyak kafein dalam minuman benergi.

"Bahkan ada perbedaan dalam jumlah kafein yang tercantum pada minuman dengan jumlah kafein yang sebenarnya," sambungnya.

Beberapa merek menambahkan kandungan kafein hingga batasnya, pada kisaran 80 hingga lebih dari 315 miligram per porsi.

Namun, beberapa bahan lain yang tidak diatur ditambahkan untuk memperkuat efek kafein.

Beberapa warganet yang menonton video Drake pun ikut membenarkan yang dijelaskan oleh wanita tersebut.

"Seorang ahli jantung yang bekerja bersama saya menyebutnya 'kematian penyakit jantung akibat minuman kaleng'. Saya tidak pernah minum minuman berenergi setelahnya," komentar seorang warganet.

"Saya biasa minum 3 Red Bulls sehari. Saya sekarang memiliki masalah jantung juga," imbuh yang lain.

Drake memperingatkan bahwa minuman berenergi bukanlah pengganti makanan.

"Tidak ada kata terlalu muda atau terlambat untuk mulai menjalani gaya hidup yang lebih sehat demi jantung," tandas Drake.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tenggak Alkohol 70 Persen Dicampur Minuman Berenergi, Nyawa Tiga Pemuda Pasuruan 'Bablas'

Tenggak Alkohol 70 Persen Dicampur Minuman Berenergi, Nyawa Tiga Pemuda Pasuruan 'Bablas'

Malang | Senin, 06 Juni 2022 | 15:26 WIB

Meski Enak dan Menyegarkan, Dampak Minuman Berenergi Tidak Baik untuk Remaja dan Anak-anak

Meski Enak dan Menyegarkan, Dampak Minuman Berenergi Tidak Baik untuk Remaja dan Anak-anak

Health | Minggu, 20 Februari 2022 | 07:58 WIB

Akibat Minuman Berenergi, Pria 21 Tahun Ini Alami Gagal Jantung

Akibat Minuman Berenergi, Pria 21 Tahun Ini Alami Gagal Jantung

Health | Senin, 19 April 2021 | 03:05 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB