Roy Kiyoshi Idap Kardiomiopati: Ini Beberapa Kondisi Medis yang Bisa Jadi Pemicu, Waspadai Penyebabnya!

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:03 WIB
Roy Kiyoshi Idap Kardiomiopati: Ini Beberapa Kondisi Medis yang Bisa Jadi Pemicu, Waspadai Penyebabnya!
Profil Roy Kiyoshi (Instagram/@roykiyoshi)

Suara.com - Lama tak muncul di layar kaca, Roy Kiyoshi dikabarkan sedang mengalami pembengkakan jantung atau kardiomiopati. Roy Kiyoshi mengungkapkan kinerja jantungnya sekarang masih 15 persen.

Karena pembengkakan jantung tersebut, dokter pun menyarankan Roy Kiyoshi melakukan operasi dan pemasangan ring pada saluran jantungnya.

Bahkan, Roy Kiyoshi mengatakan hasil pemeriksaan dokter menyatakan dirinya hanya sanggup bertahan 2 tahun lagi akibat pembengkakan jantung tersebut.

"Dokter bilang aku sakit Jantung, statement dokter aku cuma bertahan 2 tahun," ujar Roy Kiyoshi.

Kardiomiopati merupakan penyakit otot jantung yang mempersulit jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan gagal jantung.

Profil Roy Kiyoshi (Instagram/@roykiyoshi)
Profil Roy Kiyoshi (Instagram/@roykiyoshi)

Seringkali penyebab kardiomiopati tidak diketahui. Pada beberapa orang, pembengkakan jantung ini bisa disebabkan oleh kondisi medis lain atau diturunkan oleh orangtua secara genetik.

Dilansir dari Mayo Clinic, adapun beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan pembengkakan jantung.

  1. Tekanan darah tinggi jangka panjang
  2. Kerusakan jaringan jantung akibat serangan jantung
  3. Detak jantung cepat jangka panjang
  4. Masalah katup jantung
  5. Infeksi virus corona Covid-19
  6. Infeksi penyakit tertentu yang memicu radang jantung
  7. Gangguan metabolisme
  8. Kekurangan vitamin atau mineral dalam makanan
  9. Komplikasi kehamilan
  10. Penumpukan zat besi di otot jantung
  11. Pertumbuhan benjolan kecil sel inflamasi di bagian tubuh mana pun
  12. Penumpukan protein abnormal pada organ
  13. Gangguan jaringan ikat
  14. Penggunaan beberapa obat kemoterapi

Perawatan pada jenis penyakit ini bervariasi, tergantung pada seberapa kerusakan yang dialami oleh jantung. Secara umum, pengidap tidak bisa secara mandiri menyembuhkan penyakit kardiomiopati, tetapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Perubahan gaya hidup sehat jantung, seperti menjaga berat badan sedang, mencoba berhenti merokok, mengikuti diet seimbang dan bergizi, mengelola stres, serta aktif secara fisik bisa membantu mencegah atau mengelolanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernah Ramalkan Bakal Mati Muda, Ini Profil Roy Kiyoshi yang Kini Divonis hanya Punya 2 Tahun Sisa Hidup

Pernah Ramalkan Bakal Mati Muda, Ini Profil Roy Kiyoshi yang Kini Divonis hanya Punya 2 Tahun Sisa Hidup

Bekaci | Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:36 WIB

Roy Kiyoshi Divonis Hanya Sanggup Bertahan Hidup 2 Tahun Lagi, Apa Penyebabnya?

Roy Kiyoshi Divonis Hanya Sanggup Bertahan Hidup 2 Tahun Lagi, Apa Penyebabnya?

| Selasa, 16 Agustus 2022 | 06:30 WIB

Apa Itu Kardiomiopati yang Diderita Roy Kiyoshi? Kinerja Jantungnya Tinggal 15 Persen

Apa Itu Kardiomiopati yang Diderita Roy Kiyoshi? Kinerja Jantungnya Tinggal 15 Persen

Health | Senin, 15 Agustus 2022 | 20:28 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB