Atta Halilintar Dirawat di Rumah Sakit akibat DBD, Waspadai Risiko Komplikasinya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 15:27 WIB
Atta Halilintar Dirawat di Rumah Sakit akibat DBD, Waspadai Risiko Komplikasinya!
Atta Halilintar dirawat di rumah sakit [Instagram/attahaliintar]

Suara.com - Baru-baru ini, Atta Halilintar dilarikan ke rumah sakit karena menderita demam berdarah (DBD) pada Jumat (19/8/2022) kemarin.

Atta Halilintar mengaku tidak pernah mau ke rumah sakit bila tidak disuruh oleh istrinya, Aurel Hermansyah.

"Love of my life. Nggak pernah mau ke rumah sakit, tapi dipaksa sama istri. Karena, DBD bahaya kalau dirawat di rumah," kata Atta Halilintar dalam IG story-nya.

DBD atau demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Umumnya dilansir dari Hello Sehat, demam berdarah biasanya berlangsung selama 5-7 hari.

Tetapi, DBD yang sudah memasuki fase parah akan jauh lebih berisiko menimbulkan komplikasi yang fatal. Berikut ini, beberapa komplikasi akibat DBD.

Atta Halilintar Dirawat di Rumah Sakit. [Instagram]
Atta Halilintar Dirawat di Rumah Sakit. [Instagram]

1. Perdarahan akibat bocornya plasma darah

Menurut penelitian Journal of Indian Society of Periodontology, pasien demam berdarah bisa mengalami kebocoran plasma yang mengakibatkan perdarahan serius dalam tubuhnya.

Bocornya plasma darah ini kemungkinan berkaitan erat dengan virus dengue yang menyerang pembuluh darah. Dinding pembuluh darah melemah akibat infeksi virus dengue, sehingga kebocoran plasma darah bisa terjadi.

Kondisi ini bisa semakin buruk akibat kadar trombosit yang rendah pada pasien DBD. Perdarahan juga lebih berisiko terjadi akibat trombosit yang menurun drastis.

Kondisi ini akan menimbulkan gejala, seperti mimisan, gusi berdarah dan memar berwarna keungunan yang muncul mendadak. Seiring waktu, perdarahan ini bisa menyebabkan syok akibat tekanan darah turun drastis.

2. Sindrom syok dengue

Tahap syok dalam demam berdarah juga bisa menyebabkan komplikasi sindrom syok dengue. Menurut CDC, sindrom syok dengue ini menimbulkan gejala denyut nadi melemah, tekanan darah turun, pupil mata melebar, napas tidak teratur dan kulit pucat serta keringat dingin.

Pasien DBD yang mengalami sindrom syok dengue berisiko mengalami kegegalan sistem organ tubuh yang berujung kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ameena Idap Dermatitis Atopik, Aurel Hermansyah Sebut Itu Penyakit Keturunan

Ameena Idap Dermatitis Atopik, Aurel Hermansyah Sebut Itu Penyakit Keturunan

| Sabtu, 20 Agustus 2022 | 12:43 WIB

Idap Demam Berdarah, Atta Halilintar Dilarikan ke Rumah Sakit

Idap Demam Berdarah, Atta Halilintar Dilarikan ke Rumah Sakit

Entertainment | Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:27 WIB

Ashanty Bawa Baby Ameena ke Rumah Sakit, Gara-Gara Asma Kulit?

Ashanty Bawa Baby Ameena ke Rumah Sakit, Gara-Gara Asma Kulit?

Entertainment | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 13:46 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB