Kemenkes Pastikan Pasien Kasus Pertama Cacar Monyet Hanya Perlu Isoman di Rumah, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 20:17 WIB
Kemenkes Pastikan Pasien Kasus Pertama Cacar Monyet Hanya Perlu Isoman di Rumah, Kenapa?
Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox. (Pixabay)

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan kasus konfirmasi pertama cacar monyet di Indonesia tidak perlu menjalani karantina di rumah sakit atau hanya perlu isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril menjelaskan pasien berusia 27 tahun yang baru bepergian dari luar negeri itu tidak mengalami gejala berat dan hanya mengalami gejala ringan.

"Tadi malam sudah positif terkonfirmasi, saat ini pasien baik-baik saja, dalam istilah Covid-19 gelaja ringan, pasien tidak perlu dirawat cukup isoman di rumah," ujar Syahril saat konferensi pers, Sabtu (20/8/2022).

Ilustrasi pemeriksaan cacar monyet [iStockphoto/atakan]
Ilustrasi pemeriksaan cacar monyet [iStockphoto/atakan]

Cacar monyet adalah penyakit akibat infeksi virus monkeypox, yang menyebabkan penderitanya alami ruam akut seperti papula (jerawat menonjol), vesikel atau pustula (jerawat berisi nanah) yang tidak bisa dijelaskan di negara non endemis atau negara selain Afrika.

Syahril mengatakan bahwa fasilitas isolasi mandiri cacar monyet sudah bisa dilakukan di layanan kesehatan rumah sakit. Tapi untuk cacar monyet, yang berbeda dengan Covid-19 tidak memerlukan ruangan dengan bertekanan negatif.

Ruangan bertekanan negatif adalah pada suatu ruangan udara ruangan lebih rendah dibanding udara di luar ruangan, untuk mencegah virus keluar dari ruangan.

"Rumah sakit harus siapkan ruang isolasi, kalau isoman cacar monyet di rumah mirip dengan Covid-19, yang penting terpisah dari keluarganya tidak kontak, tindakan secara khusus tidak tidak terjadi penularan," sambung Syahril.

Sementara itu, kasus konfirmasi cacar monyet pertama terjadi di Jakarta, setelah sebelumnya pada 14 Agustus 2022 mengalami demam.

Selain mengalami demam, pasien juga mengalami pembengkakan kelenjar di leher, dan mengalami ruam di tangan, kaki, leher, wajah dan di area genital.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Umumkan Kasus Pertama Cacar Monyet di Indonesia: Pasien Baru Kembali dari Luar Negeri

Kemenkes Umumkan Kasus Pertama Cacar Monyet di Indonesia: Pasien Baru Kembali dari Luar Negeri

Depok | Sabtu, 20 Agustus 2022 | 20:00 WIB

Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia Ditemukan, Kemenkes Ungkap Gejala

Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia Ditemukan, Kemenkes Ungkap Gejala

Indotnesia | Sabtu, 20 Agustus 2022 | 18:59 WIB

Terpopuler: Cacar Monyet Terkonfirmasi Masuk Indonesia Hingga Atta Halilintar DBD

Terpopuler: Cacar Monyet Terkonfirmasi Masuk Indonesia Hingga Atta Halilintar DBD

Health | Sabtu, 20 Agustus 2022 | 18:45 WIB

Terkini

Bukan Kesepian, Solo Date Bisa Menjadi Cara Seseorang Menikmati Jeda Bersama Diri Sendiri

Bukan Kesepian, Solo Date Bisa Menjadi Cara Seseorang Menikmati Jeda Bersama Diri Sendiri

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Bus TransJakarta Diadang Rombongan Pengantar Jenazah di Gunung Sahari, Sopir Terlibat Adu Mulut

Bus TransJakarta Diadang Rombongan Pengantar Jenazah di Gunung Sahari, Sopir Terlibat Adu Mulut

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Tiga Bulan Tak Juga Padam, DPR Minta Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Karhutla

Tiga Bulan Tak Juga Padam, DPR Minta Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Karhutla

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Chery Recall Ribuan Omoda 5 Lagi Akibat Kasus As Roda Copot

Chery Recall Ribuan Omoda 5 Lagi Akibat Kasus As Roda Copot

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Doli Kurnia Semprot Balik Hasyim Asy'ari Soal Gibran: Dapat Komisaris BUMN Itu Hadiah Siapa?

Doli Kurnia Semprot Balik Hasyim Asy'ari Soal Gibran: Dapat Komisaris BUMN Itu Hadiah Siapa?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:19 WIB

Prabowo Pilih Prof Satyawan Jadi Kepala BPGMN, Bakal Dilantik Pekan Depan

Prabowo Pilih Prof Satyawan Jadi Kepala BPGMN, Bakal Dilantik Pekan Depan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Ulasan Cidro Asmoro: Drama Komedi Musikal yang Sangat Menyentuh dan Lucu

Ulasan Cidro Asmoro: Drama Komedi Musikal yang Sangat Menyentuh dan Lucu

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Tanpa Persiapan Khusus, Fanny Ghassani Justru Bongkar Rahasia Sukses Lari 5K Tanpa Cedera!

Tanpa Persiapan Khusus, Fanny Ghassani Justru Bongkar Rahasia Sukses Lari 5K Tanpa Cedera!

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Gaya Konsumsi Orang RI Berubah Total, Data BPS dan TikTok Buktikan Ini

Gaya Konsumsi Orang RI Berubah Total, Data BPS dan TikTok Buktikan Ini

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:09 WIB

ISPA di Sumsel Tembus 52.483 Kasus, September Jadi yang Terburuk dan Kian Mengkhawatirkan

ISPA di Sumsel Tembus 52.483 Kasus, September Jadi yang Terburuk dan Kian Mengkhawatirkan

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:07 WIB

×