Pasien yang Konsultasi Lewat Telemedicine Bisa Lebih Terbuka Bahas Topik Sensitif dengan Dokter

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 22 Agustus 2022 | 15:10 WIB
Pasien yang Konsultasi Lewat Telemedicine Bisa Lebih Terbuka Bahas Topik Sensitif dengan Dokter
Ilustrasi Telemedisin. [Tumisu/Pixabay]

Suara.com - Layanan konsultasi dokter secara online atau telemedicine memudahkan pasien dan dokter untuk berkomunikasi kapan pun dan dari jarak mana pun. Manfaat lain dari penggunaan telemedicine juga ternyata bisa membuat pasien lebih terbuka dengan dokter saat membahas topik sensitif terkait kesehatannya.

Hal itu dirasakan oleh dokter kandungan dr. Helena Sunarja, Sp.OG., yang telah tergabung dalam platform Alodokter sejak 2019. Dengan adanya telemedicine, menurut dokter Helena, pasien lebih nyaman untuk menjawab pertanyaan sensitif daripada saat bertemu tatap mata. 

Padahal topik sensitif itu seringkali dapat membantu dokter dalam memberikan diagnosis atau masukan kepada pasien. Namun, dengan fitur anonimitas atau tanpa nama yang ada pada fitur pesan membantu pasien jadi lebih nyaman mengungkapkan keluhannya.

e-health aplikasi konsultasi online, konsultasi dokter online [shutterstock]
e-health aplikasi konsultasi online, konsultasi dokter online [shutterstock]

“Saat pasien ada keluhan, mereka sebatas tinggal kirim foto kepada kami, lalu kami analisa dan berikan diagnosis, terus sudah. Karena sama-sama anonim dan tidak tatap muka secara langsung, mereka jadi merasa lebih nyaman,” kata dokter Helena dalam rilis tertulis Alodokter, Senin (22/8/2022).

Meski begitu, diakuinya bahwa memberikan diagnosis kepada pasien lewat telemedicine memang lebih menantang dibandingkan konsultasi secara tatap mata. Ia menyiasati tantangan itu dengan memaksimalkan dan memilih pertanyaan yang tepat saat lakukan anamnesis pasien.

Baginya, keterbukaan pasien terkait kondisi dan gejala yang dialaminya menjadi kunci bagi dokter dalam menentukan diagnosis penyakit. Sekalipun konsultasi dilakukan secara tatap muka, dokter tetap bisa kesulitan menemukan diagnosis yang tepat jika pasien tidak terbuka dalam menjawab pertanyaan anamnesis.

"Walau ada beberapa faktor penting yang hanya tersedia dalam pemeriksaan secara langsung, telemedicine telah membuka jalur untuk bisa membantu para pasien yang sebelumnya tidak memiliki akses yang mudah kepada layanan kesehatan," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Podcast Berujung Somasi Persatuan Dukun se-Indonesia, Richard Lee Beri Penjelasan

Podcast Berujung Somasi Persatuan Dukun se-Indonesia, Richard Lee Beri Penjelasan

Riau | Senin, 22 Agustus 2022 | 12:36 WIB

Dokter Ini Ungkap Tantangan Diagnosis Pasien Secara Tepat Lewat Telemedicine

Dokter Ini Ungkap Tantangan Diagnosis Pasien Secara Tepat Lewat Telemedicine

Health | Senin, 22 Agustus 2022 | 11:35 WIB

Puluhan Dokter Spesialis Hadiri Pengobatan Gratis di Gunung Lawu, Warga Datang dari Berbagai Daerah

Puluhan Dokter Spesialis Hadiri Pengobatan Gratis di Gunung Lawu, Warga Datang dari Berbagai Daerah

Surakarta | Senin, 22 Agustus 2022 | 10:44 WIB

Terkini

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:36 WIB

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:32 WIB

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

IHSG Masih Tertekan, Saham Teknologi Masih Jadi Beban

IHSG Masih Tertekan, Saham Teknologi Masih Jadi Beban

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

×