Ilmuwan Duga Infeksi Ebola yang Kembali Terulang Masih Berkaitan dengan Wabah pada 2018

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 23 Agustus 2022 | 08:30 WIB
Ilmuwan Duga Infeksi Ebola yang Kembali Terulang Masih Berkaitan dengan Wabah pada 2018
Ilustrasi Ebola. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus baru virus Ebola di kota Beni, Republik Demokratik Kongo Timur, diduga masih berkaitan dengan wabah mematikan yang terjadi pada 2018 silam.

Hal tersebut berdasarkan temuan studi dari Institut Nasional untuk Penelitian Biomedis (INRB) Kongo. INRB lakukan pengujian kasus secara genetik terkait dengan wabah 2018-2020 di provinsi Kivu Utara dan Ituri, yang menewaskan hampir 2.300 orang, kata sebuah pernyataan dari Placide Mbala, kepala Laboratorium Genomik Patogen di INRB.

Selama 2021, wabah Ebola di Kongo juga menewaskan enam orang. Wabah terbaru Kongo terjadi di bagian lain dari negara itu. Kemudian dinyatakan berakhir pada Juli setelah ditemukan adanya lima kematian.

Virus Ebola dapat menempel di mata, sistem saraf pusat, dan cairan tubuh orang yang pernah terinfeksi, kemudian sembuh dan kambuh bertahun-tahun kemudian.

Kasus seperti itu terkonfirmasi pada seorang perempuan yang meninggal pada 15 Agustus setelah dirawat di rumah sakit di Beni pada 23 Juli.

"Temuan awal kami menunjukkan bahwa kasus ini kemungkinan merupakan gejolak baru wabah Nord Kivu/Ituri 2018-2020, yang diprakarsai oleh penularan virus Ebola dari penyintas yang terinfeksi terus-menerus atau penyintas yang mengalami kekambuhan," kata Mbala, dikutip dari Fox News.

Penyelidikan tetap dilakukan untuk mencari tahu sumber penularan.

Setidaknya 131 kontak erat perempuan itu telah diidentifikasi termasuk 60 petugas kesehatan, 59 di antaranya sudah divaksinasi Ebola.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki kasus dugaan Ebola di Beni setelah seorang perempuan berusia 46 tahun itu meninggal.

baca juga

Wilayah Kongo yang banyak hutan tropis lebat termasuk habitat alami bagi virus Ebola. Kongo tercatat telah 14 kali alami wabah Ebola sejak 1976. Wabah 2018-2020 di timur menjadi yang terbesar di Kongo dan terbesar kedua yang pernah tercatat, dengan hampir 3.500 total kasus.

Seseorang yang terinfeksi Ebola bisa mengalami gejala seperti, demam, nyeri tubuh, dan diare.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Ebola Ancam Kongo, WHO Afrika Siap Berikan Dukungan

Wabah Ebola Ancam Kongo, WHO Afrika Siap Berikan Dukungan

Health | Senin, 22 Agustus 2022 | 19:28 WIB

Kasus Covid-19 di China Makin Meluas, Ikan dan Kepiting Diwajibkan Tes Swab

Kasus Covid-19 di China Makin Meluas, Ikan dan Kepiting Diwajibkan Tes Swab

Sumut | Senin, 22 Agustus 2022 | 10:34 WIB

Kemenkes Ungkap Kondisi Terkini Pasien Pertama Positif Cacar Monyet

Kemenkes Ungkap Kondisi Terkini Pasien Pertama Positif Cacar Monyet

Purwokerto | Sabtu, 20 Agustus 2022 | 22:25 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×