Kata Kak Seto, Ini Dampak Psikologis yang Dialami Anak Jika Orangtuanya Terlibat Kasus Hukum Seperti Ferdy Sambo

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 06:25 WIB
Kata Kak Seto, Ini Dampak Psikologis yang Dialami Anak Jika Orangtuanya Terlibat Kasus Hukum Seperti Ferdy Sambo
Ketua LPAI Seto Mulyadi saat hendak menanyakan soal perlindungan terhadap anak-anak Ferdy Sambo di Bareskrim Polri. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Dua dari empat anak pasangan Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi telah berusia remaja, masing-masing berumur 15 dan 17 tahun.

Mereka tak lepas dari perhatian publik akibat dari pemberitaan ibu dan bapaknya yang menjadi tersangka pada kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

Psikolog Seto Mulyadi, atau akrab disapa Kak Seto mengungkapkan bahwa anak-anak itu rentan alami guncangan secara psikologis akibat kasus hukum yang terjadi pada orangtuanya.

"Tentu pertama merasa sedih, kecewa, marah, geram, dan sebagainya. Kemudian kehilangan rasa percaya diri karena mungkin dapat stigma negatif dari teman," kata Kak Seto saat ditemui di Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Mereka juga rentan menjadi korban perundungan atau bullying hingga mendapat hujatan akibat dampak dari ulah orangtuanya.

Itu sebabnya, Kak Seto menegaskan bahwa anak-anak dengan kondisi seperti itu sangat perlu mendapatkan perlindungan dan pendampingan dari orang dewasa. 

"Stigma negatif dan sebagainya, dibilang anak pembunuh, anak koruptor, anak segala macam. Ini amanat undang-undang Perlindungan Anak."

"Perlindungan terhadap anak adalah non diskriminasi, mau anak jalanan, mau anak gelandangan, anak pejabat, anak jenderal, anak artis, tidak ada diskriminasi, semua membutuhkan perlindungan," tuturnya.

Menurut Kak Seto, pemerintah menjadi pihak paling berwenang dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada anak-anak Sambo dan Putri, baik pemerintah pusat maupun daerah.

Selain itu juga dari lembaga negara seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kemudian, juga dari Institusi polri yang menjadi tempat bekerja Sambo.

Untuk mencegah terjadinya gangguan psikologis pada anak, Kak Seto menyampaikan kalau anak-anak tersebut perlu dipisahkan dari lingkungan yang menjadi sumber tekanan.

"Kalau misalnya anak dilabeli secara digital, mohon sementara puasa media sosial. Kalau terjadi di lingkungan sekolah, sementara mungkin menempuh jalur informal, supaya tidak menjadi sumber tekanan yang dirasakan oleh anak-anak," sarannya.

Sambo dan Putri diketahui memiliki empat anak, dengan yang tertua telah berusia 21 tahun. Dan anak kedua juga ketiga masing-masing umur 15 dan 17 tahun. Serta anak bungsu yang baru 1,5 tahun. 

Kak Seto sendiri telah menyampaikan bersedia berikan perlindungan dan pendampingan untuk anak-anak tersebut, terutama yang masih berusia batita. Ia juga sudah lakukan pertemuan dengan pihak Polri.

Tetapi, saat ini, mantan ketua KPAI itu belum bertemu secara langsung dengan anak-anak Sambo dan Putri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sidang Kode Etik Ferdy Sambo, Bharada E dapat Perlakuan Khusus dari Mabes Polri

Sidang Kode Etik Ferdy Sambo, Bharada E dapat Perlakuan Khusus dari Mabes Polri

| Kamis, 25 Agustus 2022 | 22:26 WIB

Mantan Kabareskrim: Ada Peran Penting Presiden Jokowi Tentukan Nasib Ferdy Sambo

Mantan Kabareskrim: Ada Peran Penting Presiden Jokowi Tentukan Nasib Ferdy Sambo

| Kamis, 25 Agustus 2022 | 22:13 WIB

Profil Cicilia Pinontoan, Pramugari yang Namanya Terseret Isu Konsorsium 303

Profil Cicilia Pinontoan, Pramugari yang Namanya Terseret Isu Konsorsium 303

Entertainment | Kamis, 25 Agustus 2022 | 22:11 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB