Atta Halilintar Mengalami Trombositopenia, Kondisi yang Dapat Menyebabkan 5 Komplikasi Ini

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 18:51 WIB
Atta Halilintar Mengalami Trombositopenia, Kondisi yang Dapat Menyebabkan 5 Komplikasi Ini
Atta Halilintar Dirawat di Rumah Sakit. [Instagram]

Suara.com - Atta Halilintar mengalami trombositopenia, atau kondisi ketika jumlah trombosit di dalam darah menurun drastis. Dalam kondisi suami Aurel Hermansyah ini, kadar trombositnya mencapai 49 tromboit per mikroliter darah akibat infeksi demam berdarah dengue (DBD).

"Ayang harus bed rest, sekarang (trombosit) di bawah 50," kata Aurel, yang sedang menjenguk suaminya bersama buah hati, Ameena.

Padahal, jumlah trombosit normalnya adalah sekitar 150.000 hingga 450.000 per mikroliter darah.

Trombositopenia dapat mengakibatkan beberapa penyakit atau komplikasi. Umumnya berkaitan dengan gangguan pembekuan darah.

Kurangnya kepingan darah (platelet) bisa terjadi karena adanya kelainan darah, seperti leukemia, masalah sistem imun, atau pengaruh obat-obatan.

Atta Halilintar bertemu Baby Amenna. [TikTok]
Atta Halilintar bertemu Baby Amenna. [TikTok]

Menyadur Hello Sehat, trombositopenia dapat menyebabkan komplikasi berikut:

1. Kulit mudah memar

Trombositopenia dapat menyebabkan pendarahan di pembuluh darah di bawah kulit. Kondisi ini ditandai dengan munculnya memar (purpura).

Memar memang cukup normal terjadi ketika mengalami cedera. Tetapi pada penderita trombositopenia, memar dapat muncul walau hanya mengalami cedera yang sangat ringan.

2. Timbul bintik kecil pada kulit

Bintik kecil berwarna kemerahan atau kecoklatan ini disebut petechiae atau petekie. Penyebabnya karena pembuluh darah kecil (kapiler) mengalami pendarahan, tetapi darah sulit membeku karena jumlah trombosit yang rendah.

3. Darah banyak keluar saat terluka

Jumlah trombosit yang rendah akan membuat darah sulit membeku bila mengalami luka. Ini adalah komplikasi yang harus diwaspadai karena berisiko menyebabkan hilangnya banyak darah.

4. Mimisan atau gusi berdarah

Mimisan dan gusi berdarah merupakan kondisi wajar, yang bisa disebabkan oleh perubahan cuaca secara drastis, atau cedera hingga menyebabkan luka di dalam hidung atau gusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trombosit Atta Halilintar Sangat Rendah, Apa Saja Penyebabnya?

Trombosit Atta Halilintar Sangat Rendah, Apa Saja Penyebabnya?

Health | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 17:30 WIB

Trombosit Turun seperti Atta Halilintar? Hindari Makanan dan Minuman Ini!

Trombosit Turun seperti Atta Halilintar? Hindari Makanan dan Minuman Ini!

Health | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 16:45 WIB

Trombosit Atta Halilintar Turun Sampai 49, Ini Makanan yang Harus Dikonsumsi!

Trombosit Atta Halilintar Turun Sampai 49, Ini Makanan yang Harus Dikonsumsi!

Health | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 16:15 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB