Penelitian: Setiap Hari Ibu Hamil Terpapar Bahan Kimia, Termasuk dari Peralatan Makan

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 30 Agustus 2022 | 17:00 WIB
Penelitian: Setiap Hari Ibu Hamil Terpapar Bahan Kimia, Termasuk dari Peralatan Makan
Ilustrasi ibu hamil ( Gambar unsplash.com)

Suara.com - Ibu hamil mungkin tidak sadar bahwa mereka terus-menerus terpapar bahan kimia, yang dapat menurunkan kesehatan mereka sendiri, serta perkembangan janinnya.

Beberapa bahan kimia yang secara legal digunakan dalam peralatan makan, pewarna, dan plastik dapat larut ke dalam makanan dan air, sehingga mudah untuk tanpa sadar menelan racun.

Itu terungkap dalam sebuah studi Environmental Influences on Child Health Outcomes (ECHO) yang terbit hari ini, Selasa (30/8/2022) oleh para ilmuwan di National Institutes of Health (NIH) AS di jurnal Chemosphere.

Dalam studi ini, peneliti menggunakan metode baru untuk memeriksa 45 bahan kimia yang dicurigai menyebabkan kanker melalui sampel urin.

Peserta penelitian termasuk 171 wanita hamil antara 2008 hingga 2020, lapor Insider.

Ilustrasi peralatan makan (Shutterstock)

Hampir semua wanita dalam penelitian ini terdeteksi memiliki kadar zat kimia, yang dapat berdampak pada perkembangan anak serta kesehatan sang ibu.

Semua kecuali satu wanita dalam penelitian ini diketahui terpapar melamin dan produk sampingannya, yakni asam sianurat.

Meski memiliki efek toksik atau racun, kedua bahan kimia tersebut banyak digunakan dalam produk komersial. Misalnya, melamin ada pada peralatan makan, plastik, meja dapur serta pestisida.

Turunannya, asam sianurat, juga ada pada plastik sebagai penstabil atau pelarut pembersih. Bahan kimia dari kelompok serupa, amina aromatik, juga ditemukan pada lebih dari 60 persen peserta penelitian.

Melamin inilah yang dianggap memiliki sifat karsinogen. Namun, peneliti belum menentukan seberapa tinggi tingkat paparan yang dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Pada tahun 2008, melamin dikaitkan dengan setidaknya enam kematian dan disfungsi ginjal pada sekitar 300.000 bayi di China.

Menurut peneliti, perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk melihat efek bahan kimia dalam kosmetik terhadap ibu hamil. Peneliti di sini juga menyarankan untuk melakukan penelitian lain pada kelompok yang belum diteliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ROUNDUP: Ratusan Mahasiswa Bandung Positif HIV AIDS, di Ciamis Bayi dan Ibu Hamil Ikut Terjangkit

ROUNDUP: Ratusan Mahasiswa Bandung Positif HIV AIDS, di Ciamis Bayi dan Ibu Hamil Ikut Terjangkit

News | Selasa, 30 Agustus 2022 | 13:13 WIB

Tasya Kamila Galau Diet di Kehamilan Kedua, Bolehkah Ibu Hamil Diet Menurunkan Berat Badan?

Tasya Kamila Galau Diet di Kehamilan Kedua, Bolehkah Ibu Hamil Diet Menurunkan Berat Badan?

Health | Senin, 29 Agustus 2022 | 12:48 WIB

Ibu Hamil Minum Air Es Bikin Ukuran Bayi Jadi Besar, Dokter: Itu Mitos!

Ibu Hamil Minum Air Es Bikin Ukuran Bayi Jadi Besar, Dokter: Itu Mitos!

Health | Minggu, 28 Agustus 2022 | 15:35 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB