Jalan Panjang Membongkar Belenggu Stigma Terhadap Kondom: Dianggap Tabu Hingga Diancam Kriminalisasi

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 29 September 2022 | 10:45 WIB
Jalan Panjang Membongkar Belenggu Stigma Terhadap Kondom: Dianggap Tabu Hingga Diancam Kriminalisasi
Ilustrasi kondom. (Dok: Elements Envanto)

Suara.com - Raut wajah petugas di depan Fatma berubah saat perempuan 28 tahun itu menulis kata ‘kondom’ di kolom pilihan kontrasepsi pada formulir Posyandu yang ia isi. Bola mata kader Posyandu yang ada di depannya langsung menatap dari ujung kepala hingga kaki Fatma. 

Tapi Fatma memilih berlalu. Terlebih, antrean di belakangnya juga sudah cukup mengular. Sambil berlalu, sayup terdengar suara petugas Posyandu yang menekankan bahwa kontrasepsi itu semestinya menggunakan IUD, suntik atau pil. Nadanya setengah menyindir pilihan kontrasepsi Fatma. 

“Ini kan Posyandu, semestinya kader-kadernya lebih paham dong kalau (kondom) ini juga salah satu pilihan alat kontrasepsi. Tapi saya malas berdebat…daripada dianggap menggurui,” ujar Fatma kepada Suara.com lewat pesan singkatnya. 

Ilustrasi kondom (Shutterstock).
Ilustrasi kondom (Shutterstock).

Dalam pertemanan dan keluarga, Fatma juga mengatakan bahwa masih banyak yang menganggap bahwa pilihan kontrasepsi hanya suntik, pil dan IUD. Sementara kondom tidak pernah masuk dalam pilihan. 

Penulis buku penulis buku "Maaf, Orgasme Bukan Hanya Urusan Kelamin", Ester Pandiangan, punya cerita lain. Ia kerap dibuat heran mengapa banyak laki-laki ogah menggunakan kondom, baik sebagai alat kontrasepsi, maupun untuk mencegah infeksi menular seksual dan juga HIV/Aids. 

“Kalau misal dibilang malu, sekarang ini kan sudah zaman digital, bahkan kita bisa beli di aplikasi, harusnya stigmanya bisa diminimalisir karena kita tidak bertemu langsung dengan penjualnya,” kata Ester. 

Tapi, dari sejumlah perbincangannya dengan beberapa teman, masih kerap ada laki-laki yang ogah pakai kondom. Bahkan, ada semacam stigma yang terbentuk bahwa mereka yang menggunakan kondom itu ‘lemah’. 

“Ada saja orang yang mengatakan kalau pakai kondom itu cemen. Demi merasakan sensasi skin to skin, mereka rela mempertaruhkan risiko dengan enggak pakai kondom,” ujar Ester. 

Mandeknya tingkat penggunaan kondom di Indonesia

baca juga

Partisipasi laki-laki dalam memilih kondom sebagai alat kontrasepsi memang telah lama mandek. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) menjadi Kepala BKKBN, mengatakan bahwa tingkat partisipasi penggunaan kondom laki-laki tidak pernah lebih dari 5 persen dari waktu ke waktu. 

“Saya kira relatif stabil 2,5 persen hingga 3,6 persen,” kata Hasto. 

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo memberi keterangan pada wartawan, Rabu (29/6/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / Suarajogja.id]
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo memberi keterangan pada wartawan, Rabu (29/6/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / Suarajogja.id]

Data termutakhir menunjukkan hanya 3,12 persen laki-laki di Indonesia yang masih menggunakan kondom. Hasto mengungkapkan bahwa ada sejumlah sebab tingkat partisipasi laki-laki dalam menggunakan kondom mandek dari tahun ke tahun. 

Pertama, Hasto menyadari bahwa pilihan alat kontrasepsi bagi laki-laki tidak sebanyak perempuan. Hingga saat ini hanya terdapat dua yang terbukti efektif, kondom dan vasektomi. Sebagai informasi vasektomi adalah prosedur kontrasepsi pada laki-laki yang dilakukan dengan cara memutus penyaluran sperma ke air mani.

Opsi itu berbeda dengan perempuan yang setidaknya terdapat berbagai pilihan mulai dari pil KB, implan atau susuk, suntik KB, hingga IUD. Terlepas dari perkara pilihan, stigma sosial terkait kondom menurut Hasto jadi pangkal yang bikin laki-laki ogah pakai kondom dan membuat tingkat partisipasinya relatif stagnan. 

“Betul bahwa ada semacam anggapan urusan reproduksi tanggung jawab perempuan,” kata Hasto. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati! Ternyata 6 Hal Ini Bisa Bikin Kondom Bocor!

Hati-hati! Ternyata 6 Hal Ini Bisa Bikin Kondom Bocor!

Lifestyle | Rabu, 28 September 2022 | 20:22 WIB

Sarung Tangan Kondom Isi Air Jadi Perhatian di Pekan Mode Paris

Sarung Tangan Kondom Isi Air Jadi Perhatian di Pekan Mode Paris

Sulsel | Rabu, 28 September 2022 | 10:10 WIB

5 Penyebab Kondom Bocor, Salah Satunya akibat Terlalu Banyak Gesekan

5 Penyebab Kondom Bocor, Salah Satunya akibat Terlalu Banyak Gesekan

Lifestyle | Selasa, 27 September 2022 | 21:15 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×