Apa Itu Asfiksia? Disebut Kapolri Jadi Penyebab Kematian Terbanyak di Tragedi Kanjuruhan

Agatha Vidya Nariswari

Jum'at, 07 Oktober 2022 | 20:15 WIB
Apa Itu Asfiksia? Disebut Kapolri Jadi Penyebab Kematian Terbanyak di Tragedi Kanjuruhan
Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang [Twitter]

Suara.com - Asfiksia disebut-sebut sebagai penyebab kematian terbanyak di tragedi Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022) lalu. Hal itu diungkap oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Sebagian besar yang meninggal mengalami asfiksia," ujarnya dalam konferensi pers di Polresta Malang Kota, Malang, Jawa Timur saat penetapan tersangka tragedi Kanjuruhan pada Kamis (6/10/2022) malam.

Lantas apa itu asfiksia yang disebut Kapolri dialami oleh sebagian besar korban tragedi Kanjuruhan? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Asfiksia?

Asfiksia merupakan kondisi kurangnya oksigen atau kelebihan karbon dioksida dalam tubuh. Kondisi ini dikategorikan sebagai darurat medis. Pasalnya jika tak ditangani dengan cepat dan tepat dapat mengancam jiwa.

Gejala Asfiksia

Kondisi asfiksia dapat memicu sejumlah gejala, di antaranya:

  • suara serak
  • sakit kepala
  • sakit tenggorokan
  • kulit pucat dan membiru
  • sulit menelan
  • penglihatan kabur
  • kecemasan
  • sesak napas
  • hiperventilasi
  • konsentrasi pecah
  • detak jantung tak normal
  • tubuh terasa lemah

Bahkan dalam kondisi lebih parah, asfiksia dapat menyebabkan kegagalan beberapa organ tubuh lain seperti jantung, paru-paru, ginjal, hingga otak.

Penyebab Asfiksia

baca juga

Salah satu jenis asfiksia adalah paparan bahan kimia. Hal ini selaras dengan tragedi Kanjuruhan dimana para suporter Arema disemprot gas air mata. 

1. Paparan Bahan Kimia   

Asfiksia jenis ini disebabkan karena paparan zat kimia yang memotong suplai oksigen tubuh. Zat tersebut mengganti oksigen di paru-paru sehingga mengganggu proses pengiriman oksigen dalam darah. Contoh bahan kimia yang bisa menyebabkan asfiksia adalah karbon monoksida. Diketahui, menghirup karbon monoksida dalam jumlah besar dapat menyebabkan keracunan karbon dioksida. 

Chlorobenzylidenemalononitrile (CS) merupakan bahan kimia yang paling umum dijadikan bahan pembuatan gas air mata. Dalam keadaan tertentu, paparan gas air mata dapat menimbulkan kondisi gawat napas seperti yang terjadi dalam tragedi Kanjuruhan.

2. Asma

Asma merupakan kondisi kronis yang menyebabkan peradangan pada saluran udara. Serangan asma yang parah membuat saluran udara membengkak dan menyempit sehingga jika tak ditangani, kondisi ini dapat memotong suplai oksigen. Hal ini juga salah satu penyebab asfiksia dalam tragedi Kanjuruhan.

Gas Air Mata Dalam Tragedi Kanjuruhan

Kapolri Sigit mengatakan dari hasil penyidikan polisi menyatakan bahwa jatuhnya banyak korban setelah petugas pengamanan menembakkan gas air mata. Menurut Sigit, gas air mata ditembakkan setelah banyaknya penonton turun ke lapangan usai pertandingan Arema FC dan Persebaya Surabaya berakhir. Kapolri mengatakan gas air mata dilepaskan untuk menghalau agar para penonton tidak turun ke lapangan. 

Terdapat 11 personel yang menembakkan gas air mata di antaranya ke tribun penonton sebanyak 8 tembakan dan 3 lainnya ke lapangan. Kondisi itulah yang mengakibatkan penonton di tribun panik dan berupaya meninggalkan stadion.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komentar Soal Dadang, Bayu Skak Malu sebagai Arek Malang

Komentar Soal Dadang, Bayu Skak Malu sebagai Arek Malang

Malang | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 20:05 WIB

Jika Masih Ada Korban Tragedi Kanjuruhan yang Sakit Diharapkan Segera Berobat dan Biaya Digratiskan

Jika Masih Ada Korban Tragedi Kanjuruhan yang Sakit Diharapkan Segera Berobat dan Biaya Digratiskan

Surakarta | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 20:05 WIB

Komnas HAM Akhirnya Ungkap Kondisi 131 Korban Tewas Tragedi Stadion Kanjuruhan: Memprihatinkan Akibat Gas Air Mata

Komnas HAM Akhirnya Ungkap Kondisi 131 Korban Tewas Tragedi Stadion Kanjuruhan: Memprihatinkan Akibat Gas Air Mata

Jawa Tengah | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 20:00 WIB

Anggota DPR Minta Polisi Konsisten Usut Tragedi Kanjuruhan: Jangan Alihkan Masalah Inti, Tersangka Belum Menyeluruh Secara Tepat

Anggota DPR Minta Polisi Konsisten Usut Tragedi Kanjuruhan: Jangan Alihkan Masalah Inti, Tersangka Belum Menyeluruh Secara Tepat

Sumedang | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 19:50 WIB

PSSI akan Diinvestigasi Pemerintah walaupun Dibawah Naungan FIFA

PSSI akan Diinvestigasi Pemerintah walaupun Dibawah Naungan FIFA

Soreang | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 19:49 WIB

Terkini

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

×