Dilarang Kemenkes, Benarkah Paracetamol Sirup Penyebab Utama Gangguan Ginjal Akut Misterius?

Bimo Aria Fundrika | Fajar Ramadhan | Suara.com

Rabu, 19 Oktober 2022 | 13:42 WIB
Dilarang Kemenkes, Benarkah Paracetamol Sirup Penyebab Utama Gangguan Ginjal Akut Misterius?
obat paracetamol.

Suara.com - Kemenkes baru-baru ini membuat larangan penggunaan paracetamol sirup pada anak sementara terkait meningkatnya gangguan ginjal akut misterius (AKI) belakangan ini. Melihat adanya informasi tersebut IDAI menegaskan kalau paracetamol sirup bukanlah penyebab utama gangguan ginjal akut misterius.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengatakan, hal ini masih banyak keliru di masyarakat yang menyebutkan paracetamol sirup menjadi penyebab utama gagal ginjal akut misterius. Padahal penggunaan paracetamol sirup bukan dilarang tetapi dimaksudkan untuk kewaspadaan dini.

Dokter Piprim menegaskan, orang tua diminta untuk tidak menggunakan paracetamol sirup terlebih dahulu untuk kewaspadaan dan mencegah gangguan ginjal akut misterius yang bisa terjadi pada anak.

Ilustrasi obat sirup. Tips aman mengonsumsi obat sirup bagi anak. [ANTARA]
Ilustrasi obat sirup. Tips aman mengonsumsi obat sirup bagi anak. [ANTARA]

“Sampai saat ini belum ada penyebabnya, permintaan untuk tidak menggunakan paracetamol sirup lebih kepada kewaspadaan, tetapi bukan pasti penyebab adanya gangguan ginjal akut,” ucap Dokter Piprim dalam virtual media briefing, Selasa (18/10/2022).

Lebih lanjut, alasan lain paracetamol sirup tidak bisa dijadikan penyebab utama gangguan ginjal akut misterius karena dalam beberapa kasus, terdapat faktor lain yang menyebabkan anak menderita penyakit tersebut. Oleh sebab itu, sampai saat ini belum jelas karena faktornya beragam.

“Belum konklusif penyebabnya, bahkan ada kasus empat anak yang sakit, ketika tiga kakaknya dikasih paracetamol sirup baik-baik saja, tetapi adiknya enggak dikasih namun malah terkena AKI terus meninggal, jadi yang enggak minum paracetamol sirup juga malah bermasalah,” sambung Dokter Piprim.

Dengan adanya kasus tersebut yang menjadi acuan jika paracetamol sirup bukanlah penyebab utama anak mengalami gangguan ginjal akut misterius.

Dokter Piprim menuturkan, sampai saat ini dilakukan investigasi untuk mengetahui penyebab utama penyakit yang menyerang anak-anak. Apalagi hingga saat ini penyebab serta pengobatan dari setiap pasien berbeda-beda.

“Karena ada yang AKI berat tapi bukan karena paracetamol sirup, jadi dilakukan investigasi sampai saat ini. Soalnya juga dari daerah laporannya berbeda-beda, lalu pengobatannya berbeda-beda,” jelas Dokter Piprim.

Untuk gangguan ginjal akut misterius, hingga saat ini telah tercatat sebanyak 192 kasus di Indonesia. Gangguan ginjal akut ini paling banyak sejauh ini dialami di wilayah DKI Jakarta, yaitu sebanyak 50 kasus.

Sementara untuk Jawa Barat (24 kasus), Jawa Timur (24 kasus), Sumatera Barat (21 kasus), Nanggroe Aceh Darussalam (18 kasus), Bali (17 kasus), serta provinsi lainnya dengan angka di bawah 10.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditemukan Banyak Kasus Gagal Ginjal Akut, IDAI Sarankan Tak Memberikan Parasetamol Sirup ke Anak

Ditemukan Banyak Kasus Gagal Ginjal Akut, IDAI Sarankan Tak Memberikan Parasetamol Sirup ke Anak

| Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:36 WIB

Satu Kasus Gagal Ginjal Akut Ditemukan di Banyumas, IDAI Masih Lacak Penyebabnya

Satu Kasus Gagal Ginjal Akut Ditemukan di Banyumas, IDAI Masih Lacak Penyebabnya

News | Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:52 WIB

Kemenkes Larang Semua Apotek Menjual Obat Sirup

Kemenkes Larang Semua Apotek Menjual Obat Sirup

Health | Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:40 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB