Waspada! Kenali Perbedaan Gagal Ginjal Akut dan Gagal Ginjal Kronis

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Jum'at, 21 Oktober 2022 | 14:48 WIB
Waspada! Kenali Perbedaan Gagal Ginjal Akut dan Gagal Ginjal Kronis
Ilustrasi gagal ginjal. (Freepik)

Suara.com - Penyakit gagal ginjal kini tengah ramai diperbincangkan usai adanya kemungkinan cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) dalam obat sirup. Dikhawatirkan, anak-anak khususnya, akan menderita gangguan organ dalam ini.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri mengeluarkan edaran bagi sejumlah pihak termasuk tenaga kesehatan dan apotek untuk menghentikan sementara pemberian obat tersebut. Tepatnya selama kandungan itu diperiksa.

Namun, masih banyak orang yang belum paham jika gagal ginjal akut ini berbeda dengan gagal ginjal kronis. Nah, untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.

Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut adalah penurunan mendadak fungsi ginjal yang berkembang dalam tujuh hari. Hal ini dibuktikan dengan output urin yang menurun serta meningkatnya kadar kreatin dalam darah. 

Penyakit ini terlihat pada 10-15 persen orang yang dirawat di rumah sakit dan lebih dari 50 persen orang yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Sementara penyebabnya sendiri beragam tergantung jenisnya.

Adapun jenisnya terdiri dari gagal ginjal prerenal (berkurangnya aliran darah ke kedua ginjal), gagal ginjal intrinsik (gangguan yang mempengaruhi kondisi ginjal secara langsung), serta gagal ginjal postrenal (ada obstraksi hilir urin).

Namun, gagal ginjal akut secara umum disebabkan oleh sejumlah kondisi yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal dengan cepat. Diantaranya yang memicu dehidrasi, mual, kelelahan, sesak napas, pembengkakan kaki, nyeri dada, kejang, hingga kebingungan.

Perawatan untuk gagal ginjal akut biasanya membutuhkan rawat inap di rumah sakit. Jika tidak segera ditangani, bisa berujung kematian. Adapun pengobatannya dapat berupa menyuntikkan cairan intravena, diuretik, atau kalsium intravena.

Gagal Ginjal Kronis

Sementara gagal ginjal kronis merupakan hilangnya fungsi ginjal secara bertahap selama beberapa bulan atau tahun. Sebagian besar disebabkan oleh tiga kondisi yang  mempengaruhi struktur internal ginjal.

Di antaranya, tekanan darah tinggi (menyebabkan penyempitan pembuluh darah), diabetes (merusak filter ginjal), dan glomerulonefritis (peradangan yang disebabkan oleh sejumlah bakteri, seperti autoimun).

Gagal ginjal kronis juga dapat disebabkan oleh refluks nefropati (aliran balik urin ke ginjal), penyakit ginjal polikistik (kelainan genetik yang menyebabkan pembentukan kista di ginjal), atau obat-obatan yang bisa merusak ginjal secara permanen.

Sementara gejala dari gagal ginjal kronis ini meliputi selalu merasa lelah, nafas berbau amonia, nafsu makan menurun, kulit kering dan gatal, pergelangan kaki bengkak, sering buang air kecil, susah tidur, sulit berkonsentrasi, hingga kram otot.

Tidak ada obat khusus untuk gagal ginjal kronis, namun ada perawatan yang dapat menjaga fungsi ginjal dan memperlambat perkembangan penyakit. Ini dimulai dengan identifikasi serta pengelolaan penyebab yang mendasarinya.

Perawatan ini antara lain, pemberian obat tekanan darah tinggi, obat kolesterol, diuretik, agen perangsang eritropoietin, suplemen vitamin D, pengikat fosfat, serta meminta penderita untuk diet rendah protein.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Kasus Gagal Ginjal Akut, Polres Demak Pastikan Obat Sirup Anak tak Beredar di Apotek

Antisipasi Kasus Gagal Ginjal Akut, Polres Demak Pastikan Obat Sirup Anak tak Beredar di Apotek

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 14:27 WIB

Cerita Orang Tua yang Kehilangan Anaknya karena Gagal Ginjal Akut

Cerita Orang Tua yang Kehilangan Anaknya karena Gagal Ginjal Akut

News | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 14:13 WIB

Media AS Kabarkan Indonesia Larang Penjualan Semua Obat Batuk Sirup Usai 99 Anak Meninggal

Media AS Kabarkan Indonesia Larang Penjualan Semua Obat Batuk Sirup Usai 99 Anak Meninggal

News | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 14:05 WIB

Balita Berusia 8 Bulan Meninggal, Pemkab Banyumas Waspadai Kasus Gagal Ginjal Akut

Balita Berusia 8 Bulan Meninggal, Pemkab Banyumas Waspadai Kasus Gagal Ginjal Akut

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 14:03 WIB

Larangan Obat Sirup, Apotek, Nakes dan Dokter di Cianjur Dipoloti Pemda

Larangan Obat Sirup, Apotek, Nakes dan Dokter di Cianjur Dipoloti Pemda

| Jum'at, 21 Oktober 2022 | 13:58 WIB

Pemerintah Investigasi Bahan Baku dan Obat Pemicu Gagal Ginjal, Bakal Libatkan Kemendag dan Kemenperin

Pemerintah Investigasi Bahan Baku dan Obat Pemicu Gagal Ginjal, Bakal Libatkan Kemendag dan Kemenperin

News | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 13:49 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB