Ahli Gizi IPB: Stunting Juga Berefek pada Perkembangan Otak Anak, Tak Hanya Tubuh Pendek

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Jum'at, 11 November 2022 | 13:06 WIB
Ahli Gizi IPB: Stunting Juga Berefek pada Perkembangan Otak Anak, Tak Hanya Tubuh Pendek
Talkshow Perjalanan Aksi Bersama Cegah Stunting Danone Indonesia, 8-10 November 2022 di Wonosobo dan Yogyakarta.

Suara.com - Kondisi stunting adalah masalah kurang gizi yang akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan tinggi badan anak, di mana anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Tapi tak hanya hanya mengganggu pertumbuhan dan tinggi badan, stunting juga bisa menyebabkan masalah pada perkembangan otak anak.

"Stunting tidak hanya berefek pada ke tubuh (menjadi) pendek atau kurus saja, tapi juga otak," kata Prof. Sri Anna Marliyati, Ahli Gizi dari Departemen Gizi Masyarakat, FEMA, IPB, Selasa (8/11/22), di Wonosobo, Jawa Tengah.

Berbicara dalam acara "Perjalanan Aksi Bersama Cegah Stunting bersama Danone Indonesia", Sri Anna menjelaskan kondisi tersebut akan membuat anak tidak bisa mencapai kapasitas maksimalnya.

Sebab kerusakan yang terjadi mengakibatkan perkembangan kognitif anak yang tidak bisa diubah (irreversible), sehingga anak tidak akan pernah mempelajari atau mendapatkan sebanyak yang dia bisa.

"Misalnya dia harusnya bisa mempelajari sampai seribu, ini sampai 500 mentok. Tinggi badan mungkin masih bisa diperbaiki, tapi masalah otak tidak bisa dikejar," jelasnya.

Prof. Sri Anna Marliyati, Ahli Gizi dari Departemen Gizi Masyarakat, FEMA, IPB.
Prof. Sri Anna Marliyati, Ahli Gizi dari Departemen Gizi Masyarakat, FEMA, IPB.

Kondisi tersebut memiliki efek jangka pendek seperti terganggu perkembangan otak dan kecerdasan, terganggunya pertumbuhan fisik, dan metabolisme tubuh lemah.

Sedangkan dalam jangka panjang, kemampuan kognitif dan prestasi belajar akan menurun dan memicu penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, obesitas, stroke, diabetes dan lainnya akibat dari metabolisme rendah.

Terdapat berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan stunting antara lain, kurang memperhatikan status gizi ibu selama kehamilan, praktik menyusui atau ASI tidak eksklusif selama enam bulan pertama, praktik pemberian makan pendamping (MPASI) yang tidak tepat hingga pemantauan tumbuh kembang anak yang tidak rutin.

Selain itu, status sosial ekonomi rumah tangga, ketahanan pangan keluarga, minimnya akses air bersih, buruknya fasilitas sanitasi, dan kurangnya kebersihan lingkungan juga menjadi penyebab stunting.

Oleh karena itu, anak-anak yang lahir dan tumbuh dari lingkungan rumah dengan perawatan yang tidak bersih, sanitasi dan persediaan air yang tidak memadai, alokasi pangan dalam rumah yang tidak tepat, dan pendidikan pengasuhan anak yang rendah sangat berpotensi kuat mengalami masalah stunting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanya Dokter: Bagaimana Caranya Agar Anak Tidak Stunting, Dok?

Tanya Dokter: Bagaimana Caranya Agar Anak Tidak Stunting, Dok?

Health | Jum'at, 11 November 2022 | 09:14 WIB

Pencegahan Stunting di Area Perkotaan: Mudahnya Akses ke Makanan Berpengawet Jadi Tantangan

Pencegahan Stunting di Area Perkotaan: Mudahnya Akses ke Makanan Berpengawet Jadi Tantangan

Health | Kamis, 10 November 2022 | 18:50 WIB

Menengok Perjalanan Aksi Bersama Cegah Stunting Danone Indonesia, Berfokus pada 3 Pendekatan

Menengok Perjalanan Aksi Bersama Cegah Stunting Danone Indonesia, Berfokus pada 3 Pendekatan

Health | Rabu, 09 November 2022 | 08:00 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB