Kemenkes: 14 Anak Masih Dirawat di RSCM karena Gangguan Ginjal Akut Misterius, Kondisinya Mengkhawatirkan

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 16 November 2022 | 12:50 WIB
Kemenkes: 14 Anak Masih Dirawat di RSCM karena Gangguan Ginjal Akut Misterius, Kondisinya Mengkhawatirkan
Ilustrasi Anak Sakit (Pixabay)

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak menemukan adanya tambahan kasus gangguan ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak selama dua minggu terakhir. 

Meski begitu, ada 14 anak yang sampai sekarang masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat penyakit tersebut.

"Laporan per 15 November, kami sangat bersyukur dalam 2 minggu terakhir kasus di tanah air jumlahnya tidak bertambah. Dan alhamdulillah yang dirawat sekarang tinggal 14 di RSCM," kata Jubir Kemenkes DR. dr. M. Syahril dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/11/2022).

Ilustrasi anak sakit (Elements Envato)
Ilustrasi anak sakit (Elements Envato)

Selain itu, anak-anak yang sudah sembuh bertambah menjadi 111 orang. Sedangkan yang meninggal tersebar di 27 provinsi sebanyak 199 jiwa. 

Dokter Syahril menyampaikan bahwa ke-14 anak yang masih dirawat itu dalam kondisi stadium 3 atau cukup parah.

"Memang itu masuk dalam kategori stadium 3 yang paling barat, berarti memang kerusakan ginjal cukup parah dan dirawat di PICU," jelasnya.

Ia menambahkan kalau belasan anak itu tidak memiliki komorbid atau oenyakit penyerta. Sehingga perburukan yang terjadi memang disebabkan penyakit gangguan ginjal akut misterius tersebut.

"Sehingga memerlukan waktu (untuk perawatan), saat ini masih (dirawat) di PICU untuk dilakukan perawatan intensif. Mudah-mudahan dengan adanya obat antidotum fomepizole ini bisa membantu," ujarnya.

Berdasarkan penelitian Kemenkes, dokter Syahril menyampaikan bahwa penyebab penyakit tersebut akubat paparan zat kimia etilen glikol dan dietilen glikol yang ditemukan pada obat sirup batuk anak-anak. 

baca juga

Puncak kasus gangguan ginjal akut misterius itu terjadi di Indonesia pada September-Oktober lalu. Menurut dokter Syahril, temuan kasus tersebut mulai menurun sejak Kemenkes mendatangkan obat penawar atau antidotum fomepizole pada akhir Oktober. 

"Sebagai informasi penegasan bahwa sejak tanggal 2 November 2022 sampai sekarang, jadi dalam 2 minggu terakhir terjadi penurunan kasus baru, artinya kasusnya tidak bertambah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pabrik Pengoplos dan Penyuplai Obat Sirup Penyebab Gagal Ginjal Akut Digaris Polisi

Pabrik Pengoplos dan Penyuplai Obat Sirup Penyebab Gagal Ginjal Akut Digaris Polisi

Serang | Selasa, 15 November 2022 | 19:58 WIB

Diduga Tercemar Senyawa EG, Polisi Dalami Temuan Drum Berisi Propilon Glikol di Tapos Depok

Diduga Tercemar Senyawa EG, Polisi Dalami Temuan Drum Berisi Propilon Glikol di Tapos Depok

Depok | Senin, 14 November 2022 | 10:08 WIB

Vaksin Merah Putih Resmi Mendapatkan Izin Penggunaan Darurat oleh BPOM RI

Vaksin Merah Putih Resmi Mendapatkan Izin Penggunaan Darurat oleh BPOM RI

Selebtek | Senin, 14 November 2022 | 08:29 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×